Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi, Apa Saja?

ADVERTISEMENT

Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi, Apa Saja?

Debora Danisa Kurniasih Perdana Sitanggang - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2022 06:45 WIB
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menghadapi ancaman pandemi COVID-19. OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,9% di tahun 2021.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Belakangan ini tengah ramai diperbincangkan mengenai terancamnya perekonomian dunia pada 2023. Meskipun sebaiknya kita tidak perlu panik, tetapi tidak ada salahnya juga kita memahami bentuk ancaman ekonomi seperti apa patut diwaspadai. Lebih penting lagi, bagaimana strategi untuk mengatasi ancaman di bidang ekonomi?

Nah, dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai strategi tersebut serta jenis dan contoh ancaman di bidang ekonomi bagi suatu negara. Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Jenis dan Contoh Ancaman Ekonomi pada Suatu Negara

Mengutip e-Modul Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dari repositori.kemdikbud.go.id, perekonomian negara saat ini dipengaruhi oleh globalisasi dan tidak dapat berdiri sendiri. Tidak ada satu negara pun yang mampu menjalankan ekonomi sendiri tanpa campur tangan atau peran negara lain.

Globalisasi ini di satu sisi menguntungkan karena membuka kesempatan bersaing secara internasional, tetapi juga diikuti oleh berbagai ancaman.

Ancaman di bidang ekonomi menurut Kemdikbud adalah terancamnya kedaulatan perekonomian suatu negara karena terbukanya peluang produk-produk global untuk masuk ke pasar domestik. Berikut ulasannya.

1. Terdesaknya Produk Lokal

Produk-produk dari berbagai negara sangat mungkin masuk ke Indonesia karena adanya pasar bebas. Hal ini dapat membuat produk-produk lokal sendiri akhirnya terdesak di pasar lokal, terutama barang tradisional atau produk yang dihasilkan oleh produsen skala kecil. Produk lokal bisa kalah dibandingkan produk dari luar negeri karena berbagai faktor, seperti harga lebih murah atau stok yang lebih banyak.

2. Timbulnya Kesenjangan Sosial

Pasar bebas secara otomatis diikuti oleh persaingan bebas yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial, baik antara produsen dalam dan luar negeri maupun antara pebisnis dalam negeri sendiri.

3. Berkurangnya Sektor Ekonomi Rakyat

Persaingan bebas secara tidak langsung dapat mengurangi sektor ekonomi rakyat karena segala sesuatu dikapitalisasi oleh produsen besar. Angka pengangguran dan kemiskinan pun akan semakin sulit diatasi.

4. Prospek Pertumbuhan Ekonomi Buruk

Dalam jangka panjang, persaingan yang tidak sehat akan mengakibatkan prospek pertumbuhan ekonomi yang buruk.

5. Sumber Daya Manusia yang Tidak Terserap

Karena kebutuhan dapat dipenuhi dengan impor, maka banyak sumber daya manusia (SDM) dalam negeri yang tidak terserap dan akhirnya meningkatkan angka pengangguran. Kualitas SDM pun akan sulit berkembang dan akhirnya berpengaruh pada perekonomian karena kurangnya SDM mumpuni.

6. Membengkaknya Utang Negara

Hampir semua negara memenuhi kebutuhan nasional dengan meminjam ke negara lain atau Bank Dunia. Namun, utang yang terlalu besar dan membengkak juga menjadi ancaman bagi perekonomian suatu negara. Pendapatan negara akhirnya hanya digunakan untuk melunasi utang dan menghambat pembangunan dalam negeri itu sendiri.

Strategi Mengatasi Ancaman di Bidang Ekonomi

Berbagai ancaman bidang perekonomian di atas bukan akhir dari segalanya. Ancaman tersebut masih bisa dihadapi dengan berbagai strategi yang matang. Berikut strategi untuk mengatasi ancaman di bidang ekonomi mengutip e-Modul Kemdikbud.

1. Menerapkan Sistem Ekonomi Kekeluargaan

Sistem ekonomi harus sesuai dengan amanat UUD 1945 yakni demokrasi ekonomi atau ekonomi kekeluargaan.

2. Pengembangan Ekonomi Berbasis Pertanian

Pengembangan ekonomi berbasis pertanian diperlukan karena Indonesia memiliki wilayah luas dan subur, serta dikenal sebagai negara agraris.

3. Mengutamakan Penggunaan Bahan Baku Lokal

Industri dalam negeri sebaiknya mengutamakan penggunaan bahan baku lokal sehingga dapat mengurangi ketergantungan bahan baku impor.

4. Perekonomian Berorientasi Kesejahteraan Rakyat

Perekonomian dijalankan dengan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Artinya, segala sesuatu yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak harus bersifat terjangkau dan murah. Selain itu, tidak mengutamakan keuntungan segelintir pihak atau golongan tertentu saja.

5. Meminimalisir Utang Luar Negeri

Dengan membengkaknya utang luar negeri, negara kemungkinan besar akan mengalami krisis ekonomi. Selain itu, negara lain juga bisa dengan mudah mendikte negara-negara yang berutang.

Demikian strategi menghadapi ancaman di bidang ekonomi yang bisa dilakukan bersama. Semoga bermanfaat bagi detikers dan ancaman ekonomi yang ditakutkan tidak sampai merugikan, ya.



Simak Video "Soal Lelang Kepulauan Widi, Pengelola Sebut Hanya Cari Investor"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT