Hedging Adalah: Kenali Jenis, Strategi, dan Cara Kerjanya

ADVERTISEMENT

Hedging Adalah: Kenali Jenis, Strategi, dan Cara Kerjanya

ilham fikriansyah - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2022 07:35 WIB
Ilustrasi hedging.
Foto: Markus Spiske/Unsplash
Jakarta -

Ketika melakukan investasi bisnis tentu ada sejumlah risiko, salah satunya adalah mengalami kerugian. Risiko ini bisa terjadi pada seluruh investor, maka dari itu para investor kini sudah menggunakan strategi bernama hedging.

Sebagian dari detikers mungkin merasa asing jika mendengar istilah yang satu ini. Lantas, apa sih sebenarnya hedging itu? Lalu seperti apa cara kerja hedging untuk meminimalisir risiko kerugian dalam berinvestasi? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel berikut ini.

Hedging Adalah

Dijelaskan dalam buku Membangun Ekonomi Nasional yang Kokoh oleh Nazaruddin Malik, dkk, hedging adalah strategi di dunia investasi yang bertujuan untuk melindungi nilai aset dari ancaman risiko terhadap perubahan harga di masa depan. Sebab, pergerakan saham dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang terkadang sulit diprediksi, maka dari itu sejumlah investor berusaha untuk melindungi nilai aset mereka dengan menerapkan hedging.

Menurut Madura (2000), hedging adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi sebuah perusahaan dari exposure terhadap nilai tukar. Exposure terhadap fluktuasi nilai tukar adalah sejauh mana sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar.

Sementara itu menurut Lindert dan Kindleberger (1995), hedging adalah suatu tindakan pengamanan terhadap suatu harta atau aset yang dimiliki oleh seseorang, sehingga tidak berada dalam posisi memiliki harta netto (posisi kelebihan) atau pada posisi kewajiban netto (posisi kekurangan) dalam dana atau aset tersebut.

Sebagai informasi, kata hedging berasal dari bahasa Inggris yang jika diterjemahkan berarti lindungi nilai. Sementara itu, pihak yang melakukan hedging disebut sebagai hedger.

Kenapa Harus Melakukan Hedging?

Ada sejumlah alasan kenapa para investor harus menggunakan strategi hedging dalam melindungi nilai asetnya. Dijelaskan dalam e-Jurnal berjudul Penggunaan Hedging di Indonesia dalam Meminimalisir Risiko Nilai Tukar, salah satu faktor kenapa harus melakukan hedging yakni untuk mencegah risiko ketidakpastian kondisi perekonomian secara global, yang akhirnya bisa berdampak besar terhadap kondisi ekonomi di Tanah Air.

Sayangnya, hedging masih kurang populer di kalangan pebisnis di Indonesia. Pada umumnya pihak swasta sudah banyak yang melakukan hedging, sedangkan dari BUMN masih sedikit karena khawatir dengan sejumlah risiko yang muncul jika melakukan hedging.

Padahal, aturan tentang hedging telah tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12.PMK.08/2013 tentang Transaksi Lindung Nilai dalam Pengelolaan Utang Pemerintah. Dalam PMK tersebut telah diatur pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi hedging pemerintah, proses pelaksanaan, penatausahaan, penganggaran, dan monitoring hedging.

Selain itu, peraturan tersebut juga mengatur bahwa pemerintah dapat melakukan hedging guna mencegah risiko, melindungi posisi nilai suatu aset, dan kewajiban yang mendasarinya (underlying asset atau kewajiban) terhadap risiko fluktuasi tingkat bunga serta nilai mata uang di masa yang akan datang.

Jenis-jenis Hedging

Saat ini hedging terbagi ke dalam dua jenis, yakni selling hedge dan buying hedge. Lantas apa yang membedakan antara keduanya? Simak penjelasannya berikut ini:

1. Selling Hedge

Selling hedge atau yang disebut juga short hedge adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh hedger dengan mengambil posisi jual di pasar berjangka. Cara ini dilakukan untuk melindungi nilai persediaan bahan baku dari fluktuasi harga.

Dinamakan selling hedge karena hedger melakukan penjualan di pasar berjangka. Apabila hedger mengalami kerugian yang disebabkan oleh penurunan harga di pasar fisik, maka kerugian tersebut akan ditutup oleh keuntungan yang diperoleh dari pasar berjangka atau sebaliknya.

2. Buying Hedge

Buying hedge atau disebut juga sebagai long hedge adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh hedger dengan cara mengambil posisi beli di pasar berjangka. Hal ini dilakukan untuk melindungi usaha mereka dari terjadinya fluktuasi harga komoditi yang mereka beli di pasar fisik.

Disebut sebagai buying hedge karena hedger melakukan pembelian di pasar berjangka. Apabila hedger mengalami kerugian yang disebabkan oleh kenaikan harga di pasar fisik, maka kerugian tersebut akan ditutup oleh keuntungan yang diperoleh di pasar berjangka atau sebaliknya.

Strategi Hedging

Dalam penerapannya, ada berbagai strategi yang bisa dilakukan oleh investor sebelum menggunakan teknik hedging. Dijelaskan dalam buku Membangun Ekonomi Nasional yang Kokoh oleh Nazaruddin Malik dkk, berikut sejumlah strategi hedging:

  • Meneliti dan menghitung perkembangan harga komoditi yang bersangkutan baik pada pasar fisik maupun pasar berjangka
  • Menghitung biaya operasi yang termasuk di dalamnya terdapat biaya penyimpanan, biaya asuransi, beban bunga, dan lain sebagainya
  • Menghitung kemungkinan pergerakan harga yang terjadi dengan menganalisa pasar, baik secara fundamental maupun teknikal
  • Menghitung basis yang terjadi antara pasar fisik dan berjangka
  • Menelaah sumber-sumber informasi lain yang diterima
  • Segera melikuidasi setiap posisi pada saat harga mulai bergerak ke arah yang tidak diharapkan, sehingga kerugian yang harus ditanggung tidak terlalu besar

Cara Kerja

Dijelaskan dalam buku Manajemen Risiko Finansial oleh T. Sunaryo, prinsip hedging adalah menutupi kerugian posisi aset awal dengan keuntungan dari posisi instrumen hedging. Sebelum melakukan hedging, hedger hanya memegang sejumlah aset awal. Lalu setelah melakukan hedging, hedger akan memegang sejumlah aset awal serta instrumen hedging.

Portofolio yang terdiri dari aset awal dan instrumen hedging disebut sebagai portofolio hedging. Nah, portofolio hedging memiliki risiko yang lebih rendah jika dibandingkan risiko aset awal.

Menurut Tandelilin (2001), para hedger dapat melakukan perdagangan komoditi fisik maupun non fisik dan juga memanfaatkan kontrak futures untuk mengurangi risiko perubahan harga di masa depan.

Sebagai contoh, sebelum melakukan hedging, seorang hedger mempunyai risiko 100. Lalu setelah melakukan hedging, risiko portofolio hedging-nya adalah 20. Dengan begitu, hedging dapat menurunkan risiko sebesar 80.

Nah itu dia detikers penjelasan mengenai hedging beserta jenis, strategi, cara kerja, dan alasan mengapa harus melakukan hedging. Semoga artikel ini dapat membantu detikers dalam memahami tentang hedging dan jenis-jenisnya.



Simak Video "Klarifikasi Terkait Kabar Kepulauan Widi Akan Dilelang"
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT