Agent of Change Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

ADVERTISEMENT

Agent of Change Adalah: Pengertian, Fungsi, dan Contohnya

Debora Danisa Kurniasih Perdana Sitanggang - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2022 12:48 WIB
Pengusaha Muda yang juga Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono saat menjadi pembicara dihadapan kaum milenial acara bertajuk “Dengar yang Muda” di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (7/2/2019). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah merangkul generasi muda sebagai agent of change. Kegiatan yang memasuki seri ke-12 mengangkat sektor UMKM.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Agent of change, atau dalam bahasa Indonesia disebut agen perubahan, merupakan sosok penting yang membantu suatu proses perubahan baik dalam suatu perusahaan, organisasi, institusi, maupun masyarakat. Perubahan sendiri merupakan suatu keniscayaan sehingga akan selalu ada peran agent of change dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam artikel ini, kita akan memahami lebih detail mengenai agent of change. Mulai dari pengertian, fungsi, karakteristik, hingga contoh penerapannya dalam keseharian.

Pengertian Agent of Change

Menurut Soerjono Soekanto seperti dikutip situs Setjen DPR RI, agent of change adalah seseorang atau sekelompok orang yang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin satu atau lebih lembaga kemasyarakatan. Pihak-pihak ini dikatakan sebagai pihak yang menghendaki perubahan.

Sementara menurut Haverlock (1973), masih dikutip dari sumber yang sama, agent of change adalah orang yang membantu terlaksananya perubahan sosial atau suatu inovasi berencana. Robbins & Coulter dalam Supriyanto (2016) mendefinisikan, agent of change adalah orang yang bertindak sebagai katalisator dan mengelola perubahan yang terjadi.

Definisi yang lebih luas dirumuskan oleh Griffin dan Pareek yang dikutip oleh Wibowo (2006). Agent of change adalah profesional yang bertugas membantu masyarakat atau kelompok dalam merencanakan pembangunan atau membentuk kembali sasaran, fokus pada masalah, mencari pemecahan yang mungkin, mengatur bantuan, merencanakan tindakan untuk memperbaiki situasi, mengtasi kesulitan, dan mengevaluasi hasil dari usaha yang terencana.

Karakteristik Agent of Change

Menurut Nasution (1990), agent of change harus memiliki tiga karakteristik, yakni attitude atau sikap mental, pengetahuan, dan keterampilan. Berikut ulasannya mengutip Ari Tanuwidjaja dari Universitas Sumatera Utara seperti dilansir situs adoc.pub.

1. Nilai-nilai dan Sikap Mental (Attitude)

  • Agent of change harus memiliki nilai-nilai dan sikap mental sebaga berikut.
  • Pertimbangan utamanya mengenai manfaat dari inovasi bagi pengguna akhir atau end user.
  • Pertimbangan utama mengenai manfaat inovasi adalah agar dapat disebarluaskan bagi masyarakat secara keseluruhan.
  • Menghormati nilai-nilai yang dianut dengan teguh oleh pihak lain.
  • Percaya bahwa perubahan harus menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi mayoritas atau sebagian besar pihak.
  • Percaya bahwa masyarakat yang hendak diubah memiliki suatu kebutuhan, hak untuk memahami mengapa perubahan dilakukan, dan hak untuk berpartisipasi dalam memilih di antara alternatif cara yang tersedia.
  • Rasa yang kuat mengenai identitasnya sendiri dan upayanya untuk menolong orang lain.
  • Pertimbangan yang kuat untuk membantu tanpa menyakiti perasaan, membantu dengan risiko minimal untuk jangka pendek dan jangka panjang bagi ketenangan masyarakat.
  • Respek terhadap institusi-institusi yang ada sebagai pencerminan concern yang sah terhadap batas ruang kehidupan orang, keamanan, dan pengembangan identitas di balik diri masing-masing.

2. Pengetahuan

Agent of change harus mengetahui hal-hal sebagai berikut.

  • Bahwa individu, kelompok, dan masyarakat merupakan sistem-sistem terbuka yang saling berhubungan (open interrelating system).
  • Bagaimana peranannya yang lain cocok dengan konteks sosial yang lebih luas dari perubahan.
  • Konsepsi-konsepsi alternatif mengenai peranannya sekarang dan peranan potensialnya di masa mendatang.
  • Bagaimana orang lain memandang peranannya.
  • Lingkup kebutuhan manusia, hubungan-hubungannya, dan peringkat prioritas dalam berbagai tahap pada lingkaran kehidupan.
  • Keseluruhan sumber-sumber atau resource dan akses ke sumber tersebut.
  • Mengapa orang dan sistem dapat berubah dan menolak perubahan.
  • Pengetahuan, sikap mental, dan keterampilan yang dibutuhkan seorang agen perubahan dan seorang pengguna sumber-sumber yang efektif.

3. Keterampilan

Agent of change perlu memiliki keterampilan sebagai berikut.

  • Bagaimana mengembangkan dan memelihara hubungan dengan orang lain dalam proyek perubahan.
  • Bagaimana membawa orang ke suatu konsepsi mengenai kebutuhan dan prioritas mereka dengan kebutuhan dan prioritas orang lain.
  • Bagaimana mengatasi kesalahpahaman dan konflik.
  • Bagaimana membina jembatan nilai.
  • Bagaimana menyampaikan perasaan berdaya untuk melaksanakan pembangunan kepada orang lain.
  • Bagaimana membina kerja sama tim (collaborative team) untuk perubahan.
  • Bagaimana mengorganisir dan melaksanakan proyek perubahan yang berhasil.
  • Bagaimana menyampaikan kepada orang lain mengenai pengetahuan, nilai-nilai, dan keterampilan yang dimilikinya.
  • Bagaimana menyadarkan masyarakat akan potensi yang tersedia dari sumber-sumber yang mereka miliki.
  • Bagaimana mengembangkan keterbukaan masyarakat untuk menggunakan sumber-sumber, baik internal maupun eksternal.

Fungsi Agent of Change

Peran agent of change sangat dibutuhkan karena memiliki beragam fungsi. Berikut empat fungsi agent of change mengutip Rahma Juwita, Nelfa Roza, Ikhsan Mulkhairi dari Universitas Negeri Padang dalam Artikel Konsep dan Peranan Agen Perubahan.

1. Penghubung (Catalyst)

Agent of change menggerakkan suatu masyarakat untuk melakukan perubahan.

2. Memberikan Solusi (Solution Giver)

Agent of change memberikan solusi dalam suatu pemecahan masalah yang terjadi.

3. Memberikan Pertolongan (Process Helper)

Agent of change berperan sebagai tokoh yang membantu dalam proses perubahan.

4. Sumber (Resources Linker)

Agent of change berperan sebagai penghubung dengan sumber-sumber yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Contoh Penerapan Agent of Change

Untuk lebih memahami peran agent of change dalam suatu perubahan, berikut contoh penerapannya seperti dikutip dari situs whatfix.com.

  • Konsultan atau peneliti internal yang bertugas mengidentifikasi perubahan apa yang diperlukan dalam suatu organisasi.
  • Pemimpin tim lintas-fungsi yang bertugas menemukan solusi inovatif untuk masalah kompleks yang terus mengganggu perusahaan.
  • Profesional pembelajaran dan pengembangan yang bertugas melatih dan mendukung anggota tim selama proses perubahan atau transisi.
  • Manajer atau direktur yang bertugas mengimplementasikan sistem perangkat lunak baru atau proses transformasi digital dalam perusahaannya.

Itulah penjelasan mengenai agent of change atau agen perubahan. Perubahan tentunya akan selalu terjadi sehingga keberadaan agent of change sangat penting. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda, detikers.



Simak Video "Klarifikasi Terkait Kabar Kepulauan Widi Akan Dilelang"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT