Feasibility Study: Pengertian, Tujuan, dan Prosesnya

ADVERTISEMENT

Feasibility Study: Pengertian, Tujuan, dan Prosesnya

Rully Desthian Pahlephi - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2022 13:12 WIB
Ilustrasi Feasibility Study.
Foto: Firmbee.com/Unsplash
Jakarta -

Feasibility study adalah salah satu hal penting untuk dilakukan ketika akan memulai sebuah proyek atau juga membangun bisnis. Dengan dilaksanakannya hal ini, kamu bisa menilai dan juga menganalisis tentang kelayakan bisnis.

Ketika akan memulai sebuah bisnis baru, ide saja belum cukup untuk menciptakan kesuksesan dalam bisnis. Ide tersebut butuh dikaji lebih dalam lagi untuk mengetahui apakah ide tersebut layak dijalankan atau tidak.

Studi ini diperlukan untuk menilai apakah semua sumber daya dan logistik sudah dipersiapkan. Selain itu, feasibility study juga bisa menganalisis angka Return of Investment (ROI) yang akan didapatkan oleh perusahaan atau penyelenggara proyek.

Lalu, apa itu feasibility study? Nah, untuk mengetahui hal ini lebih dalam, yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Pengertian Feasibility Study

Feasibility study adalah analisis dari kelayakan suatu ide. Istilah ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti studi kelayakan.

Dikutip dari buku Feasibility Study (FS) Pembangunan Gor Type B karya Dedi Syafikri, feasibility study akan membantu kita dalam menjawab pertanyaan dan memutuskan apakah suatu bisnis layak untuk dijalankan. Suatu bisnis dikatakan layak untuk dijalankan apabila bisnis tersebut mampu menyediakan cash flow dan keuntungan yang memadai.

Selain itu, bisnis yang baik juga mampu bertahan terhadap setiap risiko yang akan menghampiri. Bisnis yang layak juga merupakan bisnis yang mampu mewujudkan visi dan misi pendirinya.

Feasibility study akan membantu para pengusaha untuk bisa mengambil keputusan yang tepat untuk bisnis yang dijalankannya. Hal ini juga akan membantu meminimalisasi risiko kerugian selama bisnis beroperasi.

Tujuan Feasibility Study

Feasibility study dilakukan karena memiliki sejumlah tujuan yang akan berdampak baik kepada bisnis. Dikutip dari buku Studi Kelayakan Bisnis kaya Sulasih, dkk, berikut adalah tujuan dari studi kelayakan bisnis.

1. Menghindari Risiko Kerugian

Risiko bisnis bisa saja terjadi ketika kita menjalankan bisnis. Dalam hal ini, tujuan feasibility study adalah untuk meminimalisasi risiko yang tidak diinginkan yang dapat menimbulkan kerugian.

2. Memudahkan Perencanaan

Feasibility study akan memudahkan kamu dalam merencanakan bisnis. Perencanaan bisnis meliputi lokasi, cara pelaksanaan, jumlah modal, waktu pelaksanaan, besarnya keuntungan, serta perencanaan dalam melakukan pengawasan terhadap bisnis.

3. Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan

Dengan perencanaan yang sudah tersusun baik, proses bisnis akan lebih mudah dijalankan. Hal ini karena semua orang yang terlibat memiliki pedoman dan fokus pada tujuannya.

4. Memudahkan Pengawasan

Pelaksanaan bisnis harus sesuai dengan rencana yang sudah disusun berdasarkan studi kelayakan. Maka dari itu, pengawasan dalam berjalannya bisnis akan jadi lebih mudah.

5. Memudahkan dalam Pengambilan Keputusan

Suatu ide yang telah melalui proses feasibility study adalah ide terbaik untuk dijalankan suatu bisnis. Maka dari itu, proses ini juga akan memudahkan pengusaha dalam mengambil keputusan.

Perbedaan Studi Kelayakan dan Rencana Bisnis

Feasibility study dan rencana bisnis adalah alat dasar dalam pengembangan suatu bisnis. Feasibility study akan menentukan apakah sebuah ide yang dimiliki layak atau tidak.

Sementara itu, rencana bisnis adalah sesuatu yang komprehensif, tertulis deskripsi bisnis. Hal ini merupakan laporan rinci tentang produk bisnis, teknik produksi, strategi pemasaran, sumber daya manusia, organisasi, infrastruktur, pembiayaan, dan aspek-aspek lainnya.

Jadi, prosesnya adalah melakukan feasibility study terlebih dahulu baru kemudian melakukan perencanaan bisnis. Jika suatu ide dianggap layak, maka bisa dilanjut dengan perencanaan. Sebaliknya, jika suatu ide dianggap kurang layak, maka sebaiknya mencari ide yang lebih baik.

Penyebab Kegagalan Penyusunan Studi Kelayakan Bisnis

Penyusunan feasibility study dapat mengalami kegagalan disebabkan oleh beberapa faktor. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Data dan Informasi Tidak Lengkap

Data dan informasi yang tidak lengkap dapat menjadi faktor yang menggagalkan penyusunan feasibility study. Oleh karena itu, sebelum melakukan studi sebaiknya mengumpulkan data sebanyak mungkin dan menguji kebenaran dari data tersebut.

2. Tidak Teliti

Kegagalan juga bisa disebabkan karena tidak telitinya seseorang yang melakukan studi. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan studi ini dengan orang yang terlatih dan benar-benar ahli di bidang ini untuk meminimalisasi kegagalan.

3. Salah Perhitungan

Hal ini juga bisa merupakan kesalahan yang dilakukan seseorang yang melakukan studi sehingga menghasilkan sesuatu yang tidak akurat. Dalam hal ini, diperlukan juga orang yang ahli dalam melakukannya.

4. Pelaksanaan Kerja yang Salah

Pelaksana bisnis juga memegang peranan yang penting dalam kesuksesan suatu bisnis. Jika pelaksana melakukan suatu kesalahan yang tidak sesuai dengan rencana maka dapat menimbulkan kegagalan.

5. Kondisi Lingkungan

Perubahan lingkungan meliputi perubahan ekonomi, politik, hukum, sosial, atau perubahan karena bencana alam. Hal-hal tersebut juga bisa menjadi faktor yang menggagalkan studi kelayakan bisnis.

Proses Studi Kelayakan

Feasibility study memiliki beberapa tahapan yang harus dilewati. Dikutip dari buku Studi Kelayakan Bisnis, berikut adalah tahapan-tahapan dalam melakukan studi kelayakan bisnis:

  • Identifikasi, yaitu melakukan rincian dan perkiraan berbagai peluang dan hambatan.
  • Perumusan, yaitu penyimpulan awal dari data-data identifikasi yang dikumpulkan.
  • Penilaian, yaitu melakukan analisis dan menilai aspek pasar, finansial, masalah teknis, dan juga perekonomian.
  • Pemilihan, yaitu tahap menentukan alternatif karena adanya keterbatasan dan tujuan yang ingin dicapai.
  • Implementasi, yaitu menjalankan bisnis dengan tetap berpegang pada anggaran dan keputusan yang telah difinalisasi.

Feasibility study adalah tahapan untuk menguji kelayakan sebuah ide. Demikianlah pembahasan mengenai feasibility study, semoga bermanfaat.



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT