Agen Adalah: Pengertian, Tugas, dan Jenisnya

ADVERTISEMENT

Agen Adalah: Pengertian, Tugas, dan Jenisnya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Sabtu, 22 Okt 2022 07:40 WIB
Agen BRILink di Tanimbar
Foto: detikcom/Agung Pambudhy
Jakarta -

Agen (agent) adalah pelaku bisnis yang bertindak sebagai perantara dalam kegiatan pemasaran barang. Dalam bisnis, biasanya istilah agen sering disamakan dengan distributor.

Namun, ternyata keduanya punya perbedaan lho. Berikut merupakan penjelasan dari artinya agen, ciri, hingga kelebihan serta kekurangannya.

Pengertian Agen

Dikutip dari e-book Hukum Perlindungan Konsumen Transaksi Jual Beli dengan garansi oleh Hartanto, agen adalah pihak atau pedagang perantara, yang melakukan jual-beli untuk pemilik usaha. Di sini, agen tidak mempunyai hak milik atas semua barang yang ditanganinya.

Sementara, dalam e-book Hukum Dagang, agen dagang adalah orang yang mempunyai perusahaan, yang berfungsi untuk memberikan perantara pada pembuatan persetujuan tertentu. Misalnya, persetujuan jual beli antara pihak ketiga dengan seorang prinsipal.

Agen dikirim langsung dari prinsipal kepada konsumen.Dalam hal ini, keagenan merupakan perihal perwakilan (perdagangan dan sebagainya) dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan agen.

Hubungan agen dengan suatu perusahaan yang membeli barang-barang merupakan ikatan perjanjian. Di mana, hubungan perjanjian kerja itu disebut kontrak agency atau perjanjian keagenan.

Ciri-ciri Agen

  • Agen merupakan perusahaan perdagangan nasional
  • Agen bertindak selaku perantara dagang
  • Agen bertindak untuk atas nama prinsipal
  • Hukuman hukum antara agen dan prinsipal dirumuskan dalam suatu bentuk perjanjian - Agen tidak perlu melakukan pemindahan kepemilikan atau hak atas barang/jasa yang dikuasakan kepada prinsipal.

Tugas dan Tanggung Jawab Agen

Tugas dan tanggung jawab agen adalah sebagai berikut:

  • Menjalankan perantara untuk menjualkan hasil dari suatu perusahaan tertentu
  • Bertindak atas nama prinsipal dalam menjualkan barang
  • Menjalankan usaha terbatas dalam suatu daerah tertentu, suatu masa atas suatu barang hasil industri
  • Memberi informasi tentang suatu produk yang dijual (product knowledge)
  • Menyediakan layanan pelanggan berupa bantuan teknis ataupun konsultasi
  • Menentukan serta menetapkan pelanggan/konsumen prioritas.

Penggolongan Agen

Warnadi dan Aris Triyono dalam e-book Manajemen Pemasaran, menyebutkan bahwa pada dasarnya agen digolongkan menjadi dua golongan, yakni agen penunjang dan agen pelengkap.

1. Agen Penunjang (Facilitating Agent)

Agen penunjang adalah agen yang dalam kegiatannya berfokus untuk pemindahan barang dan jasa. Agen ini bertugas untuk melayani kebutuhan-kebutuhan dari setiap kelompok.

Dalam hal ini, agen penunjang bertugas untuk memindahkan barang, serta mengadakan hubungan langsung dengan pembeli dan penjual.

Contoh agen penunjang:

  • Agen pengangkutan borongan
  • Agen pengangkutan khusus
  • Agen penyimpanan
  • Agen pembelian dua penjualan.

2. Agen Pelengkap (Supplemental Agent)

Agen pelengkap merupakan golongan agen yang berfungsi untuk melaksanakan jasa-jasa tambahan dalam penyaluran barang. Jadi, apabila ada lembaga atau pedagang lain yang tidak bisa melaksanakan kegiatan terkait penyaluran barang, maka agen pelengkap ini bisa menggantikannya.

Adapun jasa-jasa yang dilakukan agen pelengkap yaitu: jasa konsultasi (pembimbingan), jasa finansial, jasa Informasi, serta jasa khusus. Berdasarkan jenisnya, contoh agen pelengkap dibagi menjadi:

  • Bank merupakan agen yang membantu dalam bidang keuangan
  • Agen yang membantu dalam mengambil keputusan. Contohnya: biro iklan, lembaga penelitian, dokter, dan lain-lain.
  • Agen penyedia informasi. Contohnya: TV, surat kabar, media online, radio.

Berikut merupakan beberapa contoh agen dagang:

  • Agen umum: agen yang menyediakan berbagai macam dan jenis barang (tidak fokus pada satu jenis barang saja)
  • Agen gas elpiji: agen yang menyediakan gas elpiji yang siap antar dan jemput ke alamat pelanggan
  • Agen minuman: agen yang menyediakan berbagai macam minuman kemasan atau kaleng.
  • Agen beras: adegan menyediakan dan menjual berbagai jenis beras

Kelebihan dan Kekurangan Agen

Adapun kelebihan dan keuntungan agen adalah sebagai berikut:

  • Umumnya, agen tidak memiliki target dagang yang harus dicapai
  • Dalam segi penjualan, agen bekerja lebih fleksibel. Pasalnya, penjualan bisa dilakukan oleh reseller
  • Berpeluang besar mendapat komisi yang besar.
  • Memungkinkan perusahaan untuk menghemat waktu dan biaya, karena agen bertugas untuk distribusi barang.

Kekurangan agen:

  • Cenderung membutuhkan modal awal yang juga cukup besar
  • Pangsa pasar agen tidak sebesar distributor
  • Agen akan menanggung risiko apabila ada barang yang dijual ke reseller atau konsumen ada yang rusak
  • Keuntungan yang didapatkan cenderung tidak mengalami perkembangan (stagnan), karena tidak ada target yang dicapai.
  • Biasanya, banyak agen yang kurang atau tidak sepenuhnya mengerti produk yang dijualnya.

Perbedaan Agen dan Distributor

Agen adalah pihak yang melakukan suatu transaksi bisnis tertentu, yang menghubungkan produsen di satu pihak dan konsumen di lain pihak. Sedangkan, distributor adalah individu/perusahan yang menyalurkan produk yang mereka beli kepada pelanggan atau pembeli.

Dalam e-book Hukum Bisnis untuk Perusahaan: Teori dan Contoh Kasus Edisi Kelima oleh Dr. Abdul R. Saliman, S.H., M.M, Nathan Weinstock menyebutkan beberapa bedanya agen dan distributor:

  • Agen menjual barang/jasa untuk dan atas nama prinsipalnya, smentara distributor bertindak untuk dan atas namanya sendiri.
  • Bedanya agen dan distributor yaitu agen akan meminta pembayaran kembali atas biaya yang dikeluarkan, sedangkan distributor bertanggung jawab sendiri atas semua biaya yang dikeluarkan dalam pembelian barang.
  • Distributor membeli dan menjual barang untuk diri sendiri, sedangkan agen tidak. Maksudnya, agen melakukan tindakan hukum atas perintah dan tanggung jawab oleh principal.
  • Distributor akan mendapat keuntungan dari margin harga beli dengan harga jual. Sementara, pendapatan agen berupa komisi.
  • Dalam sistem manajemen dan akuntansi, distributor bersifat otonom sedangkan keagenan berhak untuk menagih secara langsung kepada pelanggan.

Demikian penjelasan tentang apa itu agen lengkap dengan contoh, serta kelebihan dan kekurangannya. Sekarang, detikers jadi tahu kan apa saja tugas agen?



Simak Video "Ngobrol Pintar Brilianpreneur 2022 Episode 4"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT