Baseline Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Menetapkannya

ADVERTISEMENT

Baseline Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Menetapkannya

ilham fikriansyah - detikFinance
Senin, 24 Okt 2022 05:30 WIB
Ilustrasi baseline.
Foto: Glenn Carstens-Peters/Unsplash
Jakarta -

Saat detikers ingin mendirikan sebuah usaha, tentu harus ada struktur yang kuat dan jelas di dalamnya. Jadi, tidak hanya sekadar membutuhkan modal yang besar namun juga terdapat visi misi, tujuan, dan prospek perusahaan yang jelas.

Untuk mengukur apakah perusahaan memiliki struktur yang baik dan sesuai dengan visi misi, maka digunakan baseline. Namun bagi sejumlah pengusaha, mungkin kata baseline terdengar asing di telinga.

Lantas, apa sih sebenarnya baseline itu? Lalu apa saja jenis baseline yang digunakan dalam mengelola usaha? Simak penjelasannya secara lengkap dalam artikel berikut ini yuk detikers.

Pengertian Baseline

Pada dasarnya, baseline memiliki definisi yang berbeda-beda tergantung dari bidang itu sendiri. Dijelaskan dalam e-Jurnal berjudul Implementasi Metode Simulasi pada Pembelajaran Keterampilan Vokasional Otomotif Bagi Siswa Tunagrahita di SMALB oleh Bayu Dwi Sulistiyo, baseline dalam bidang usaha adalah dasar penilaian sebuah perusahaan terhadap tujuan dan hasil yang telah dicapai.

Untuk itu, baseline sangat penting dalam struktur perusahaan, apalagi jika perusahaan tersebut baru saja dibentuk. Sebab, dalam menjalankan suatu bisnis baseline punya peran krusial karena dinilai efektif dalam menilai kinerja perusahaan, apakah sudah mencapai target atau belum.

Menurut Sunanto (2005), baseline dalam hal penelitian ilmiah adalah kondisi di mana pengukuran target behavior pada keadaan netral sebelum dilakukan intervensi apapun. Kondisi eksperimen adalah kondisi di mana suatu intervensi diberikan dan target behavior diukur di bawah kondisi tersebut.

Jenis Baseline

Dalam penerapannya, baseline terbagi menjadi empat jenis yakni baseline data, analisis laporan keuangan, usaha, dan anggaran. Dilansir situs Tensix, berikut penjelasan masing-masing baseline:

1. Baseline Data

Baseline data adalah indikator dalam melihat kinerja perusahaan pada saat ini. Baseline data juga digunakan untuk bahan evaluasi bagi kinerja perusahaan di waktu yang akan datang.

Baseline data akan menginput data dan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan langsung dengan operasional perusahaan, sehingga dapat membantu perusahaan untuk memantau operasional dan hasilnya dijadikan bahan evaluasi.

2. Baseline Analisis Laporan Keuangan

Basline analaisis laporan keuangan atau disebut juga sebagai analisis horizontal adalah membandingkan data keuangan dalam periode tertentu. Baseline ini bertujuan untuk menandai laporan keuangan di periode pertama sampai periode-periode selanjutnya.

Selain itu, baseline analisis laporan keuangan juga berfungsi untuk melihat sejauh mana pertumbuhan perusahaan, apakah semakin maju atau justru turun secara perlahan. Perusahaan juga bisa melihat dan menilai keuangan perusahaan dengan menggunakan baseline ini.

3. Baseline Usaha

Baseline usaha adalah baseline yang berkaitan langsung dengan perkembangan perusahaan dalam operasionalnya. Perlu diketahui, keberhasilan sebuah perusahaan sering kali diukur berdasarkan baseline, baik itu baseline data, laporan keuangan, atau anggaran.

4. Baseline Anggaran

Sesuai namanya, baseline anggaran adalah baseline yang mengawasi dan menilai anggaran perusahaan. Dalam penerapannya, baseline anggaran dapat dijadikan sebagai patokan untuk mendapat persetujuan soal jumlah anggaran yang dikucurkan oleh perusahaan.

Cara Menetapkan Baseline

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan sebelum menetapkan baseline perusahaan. Lantas, bagaimana cara menetapkan baseline? Simak penjelasannya di bawah ini:

1. Mengidentifikasi Indikator Kinerja Perusahaan

Hal pertama yang harus detikers lakukan sebelum menetapkan baseline adalah mengidentifikasi indikator kinerja perusahaan. Dalam hal ini, detikers harus tahu nilai dan tujuan perusahaan, kemudian setelah itu target apa yang ingin dicapai perusahaan.

2. Mengumpulkan Data

Tahap selanjutnya adalah mengumpulkan data yang cukup untuk mengetahui tingkat kinerja perusahaan. Semakin banyak data perusahaan yang dimiliki, maka akan semakin akurat dalam menemukan rata-rata tingkat kinerja perusahaan berdasarkan baseline.

3. Menentukan Sampel Data

Ketika merancang baseline perusahaan, penting untuk menentukan jumlah sampel data yang akan digunakan. Perlu diingat, terlalu banyak sampel data maka menyebabkan baseline menjadi luas, namun hal ini menimbulkan angka yang kurang akurat dalam menilai kinerja perusahaan.

4. Menentukan Nilai Rata-rata Kinerja

Setelah menentukan informasi dan sampel data yang cukup, tahap selanjutnya adalah menentukan nilai rata-rata kinerja perusahaan. Hasil dari nilai rata-rata kinerja ini dapat mencerminkan kinerja perusahaan, sehingga bisa digunakan sebagai pembanding jika terjadi perubahan jumlah produksi ke depannya.

5. Menetapkan Baseline Perusahaan

Kini, detikers tinggal menetapkan baseline perusahaan yang telah dibuat. Dengan menggunakan baseline, perusahaan dapat mengetahui tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Ketika perusahaan yang dikelola semakin berkembang, jangan lupa untuk membandingkan kinerja perusahaan dalam periode-periode sebelumnya lewat baseline. Jadi, perusahaan dapat mengetahui serta mengevaluasi hal apa saja yang ternyata efektif bagi operasional dan mana yang tidak.

Kelebihan Menggunakan Baseline

Ada sejumlah kelebihan yang didapat bagi perusahaan jika menerapkan baseline. Apa saja kelebihannya? Simak penjelasannya berikut ini:

  1. Menetapkan tujuan perusahaan secara jelas, sehingga dapat menjaga kinerja karyawan untuk mencapai target yang telah ditentukan
  2. Setiap progres perusahaan dapat dimasukkan ke dalam laporan, lalu laporan tersebut bisa dijadikan bahan evaluasi ke depannya
  3. Melihat performa perusahaan dalam periode tertentu, apakah mengalami peningkatan atau justru tidak mengalami perubahan
  4. Mengelola anggaran perusahaan secara tepat dan mencegah terjadinya penyelewengan dana
  5. Sebagai tolak ukur untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan para pesaing di bidang yang sama

Nah itu dia detikers penjelasan mengenai baseline beserta jenis, kelebihan, dan cara menetapkannya. Semoga artikel ini dapat membantu detikers terutama dalam memahami apa itu baseline dan jenis-jenisnya.



Simak Video "Klarifikasi Terkait Kabar Kepulauan Widi Akan Dilelang"
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT