Dari Limbah Jadi Cuan, UMKM Olah Pelepah Pisang Libatkan Rutan

Dari Limbah Jadi Cuan, UMKM Olah Pelepah Pisang Libatkan Rutan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Sabtu, 31 Jan 2026 10:30 WIB
Dari Limbah Jadi Cuan, UMKM Olah Pelepah Pisang Libatkan Rutan
Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga
Jakarta -

Komitmen PT Pertamina (Persero) dalam mendorong pengembangan UMKM diwujudkan melalui Program Pertapreneur Aggregator (PAG). Salah satu praktik yang kini berjalan adalah kolaborasi UMKM binaan Pertamina, PT Agrominafiber Java Indonesia, dengan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kebumen.

Kolaborasi ini berfokus pada pengolahan limbah pelepah pisang menjadi serat alami bernilai ekonomi dan ramah lingkungan. Direktur PT Agrominafiber Java Indonesia, Novita, mengatakan pelepah pisang memiliki potensi besar sebagai bahan baku industri.

"Serat pelepah pisang punya potensi besar untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri kerajinan dan material berkelanjutan yang diminati pasar ekspor. Kami ingin warga binaan lembaga pemasyarakatan terlibat langsung dalam rantai produksi yang nyata dan bernilai," jelas Novita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai tindak lanjut pelatihan perdana, Agrominafiber telah menyalurkan sekitar satu ton bahan baku ke Rutan Kebumen hanya dalam waktu satu minggu. Ke depan, sekitar 30% kebutuhan bahan baku perusahaan yang mencapai 15 ton direncanakan dipasok dari hasil produksi warga binaan.

Program ini ditinjau langsung oleh Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina yang berkunjung ke Rutan Kebumen pada Senin (26/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program berjalan sesuai standar, berkelanjutan, serta memberi manfaat jangka panjang dari sisi bisnis dan dampak sosial.

ADVERTISEMENT

Kepala Rutan Kelas IIB Kebumen, Pramu Sapta, menyebut respons awal terhadap kerja sama ini cukup positif.

"Alhamdulillah, walaupun belum genap satu bulan, laporan dari jajaran menunjukkan perkembangan yang baik. Dari sisi mitra usaha juga melihat prospeknya menjanjikan, baik secara bisnis maupun dampak sosialnya," ujarnya.

Menurut Pramu, keterlibatan Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina memperkuat arah program agar tidak berhenti pada pelatihan semata.

"Kami berharap program ini bisa menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan, tidak hanya selama menjalani masa pidana, tetapi juga bermanfaat ketika warga binaan kembali ke masyarakat," tambahnya.

Dari hasil pelatihan awal, warga binaan telah mampu memproduksi serat pelepah pisang dengan kualitas yang terus meningkat. Target produksi ditetapkan sekitar 3 ton per bulan. Saat ini, sekitar 60% produk telah memenuhi standar kualitas perusahaan, sementara sisanya masih dalam tahap penyempurnaan teknik.

Selama proses pendampingan, tim Agrominafiber memberikan bimbingan langsung, mulai dari teknik produksi, peningkatan kerapian produk, hingga pengelolaan bahan baku berbasis prinsip zero waste.

Asesor Pertapreneur Aggregator Pertamina, Bima, menilai sinergi antara Agrominafiber dan Rutan Kebumen sebagai langkah strategis dalam menjaga kesinambungan pasokan bahan baku.

"Kolaborasi ini sangat potensial. Selain memperkuat pasokan bahan baku, hasilnya juga bisa terlihat relatif cepat. Fokus pendampingan ke depan adalah pada kualitas dan ketepatan waktu produksi," jelas Bima.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan program ini merupakan hasil sinergi antara Rutan Kebumen dan PT Agrominafiber Java Indonesia dalam Program Pertapreneur Aggregator.

"Melalui pendampingan intensif selama enam bulan ke depan, Pertamina berharap model kolaborasi ini dapat menjadi contoh pengembangan UMKM berbasis agregasi yang tidak hanya berdaya saing secara bisnis, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata dan berkelanjutan," jelas Baron.

(fdl/fdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads