×
Ad

UMKM Makanan hingga Madu Lokal Didorong Masuk Pasar Dunia

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 14 Jun 2026 15:26 WIB
Foto: Dok. Pertamina Patra Niaga
Jakarta -

Sebanyak 10 UMKM terpilih mendapatkan pendampingan pengembangan usaha dan akses pasar internasional setelah melalui Program Pertapreneur Aggregator (PAG) 2025-2026. Program ini menjaring 100 UMKM terbaik dari 730 peserta UMK Academy 2025 yang lolos tahap nasional dari berbagai daerah di Indonesia.

Pertapreneur Aggregator merupakan program pengembangan UMKM yang menyiapkan pelaku usaha sebagai agregator, yakni penggerak ekosistem yang membuka akses pasar, membangun kolaborasi, dan memberdayakan UMKM lain.

Dalam proses seleksi, peserta mengikuti sejumlah tahapan mulai dari screening, deep dive interview, bootcamp, mentoring, business acceleration, visitasi lapangan, monitoring Objective Key Results (OKR), hingga akses pasar global. Dari proses tersebut, dipilih 10 UMKM dengan penilaian terbaik dari sisi kapasitas bisnis, dampak, dan potensi pengembangan usaha.

Vice President CSR & SMEPP Management PT Pertamina (Persero), Rudi Afrianto, mengatakan program tersebut ditujukan untuk mendorong UMKM berkembang sekaligus memberi dampak bagi pelaku usaha lainnya.

"Kami ingin melahirkan UMKM yang tidak hanya bertumbuh secara bisnis, tetapi juga mampu menjadi penggerak yang memberdayakan UMKM lain dan menciptakan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.

Selama program berlangsung, peserta mendapat pendampingan terkait strategi bisnis, pemasaran, keuangan, ESG, digitalisasi, hingga ekspansi pasar. Seluruh UMKM yang terpilih sebagai Champion juga memperoleh sertifikasi Business Acceleration, pendampingan asesor, dan dashboard monitoring berbasis Objective Key Results.

Dari sisi dampak, program mencatat rata-rata nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 2,21. Artinya, setiap Rp 1 investasi menghasilkan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan senilai Rp 2,21.

Selain itu, disalurkan hibah sarana produksi senilai Rp 495 juta, yang terdiri dari Rp 345 juta untuk 10 Champion dan Rp 150 juta untuk 20 UMKM semifinalis.

Program ini juga membuka akses pasar internasional melalui market insight dan business matching bersama Atase Perdagangan Republik Indonesia di Malaysia dan Brussels, Belgia. Langkah tersebut ditujukan untuk membantu peserta memperluas jaringan bisnis dan menjajaki peluang ekspor.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhamad Baron, mengatakan program tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem kewirausahaan dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

"Program ini wujud energi untuk masyarakat, Pertamina tidak hanya membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan menghasilkan dampak yang berkelanjutan," ujar Baron.

Berdasarkan penilaian terhadap performa bisnis, akses pasar, dampak agregator, brand visibility, dan kesiapan eksekusi, Novio Fresh menjadi Champion terbaik dalam Pertapreneur Aggregator 2025-2026. Posisi berikutnya ditempati Rendang Gadih dan Imago Raw Honey.

"Perjalanan dari 100 peserta hingga terpilihnya 10 Champion membuktikan bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh dan bersaing di tingkat global. Pertamina akan terus mendorong lahirnya UMKM yang tangguh, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat," tutup Baron.




(fdl/fdl)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork