Pola Liburan Berubah, Pelaku Usaha Bidik Pasar Wellness

Pola Liburan Berubah, Pelaku Usaha Bidik Pasar Wellness

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Senin, 31 Agu 2026 16:18 WIB
Ilustrasi jaringan di tempat pariwisata
Foto: Freepik.com/@farknot
Jakarta -

Kebutuhan wisatawan mulai bergeser. Perjalanan tidak lagi hanya soal memilih destinasi, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan kebugaran selama bepergian. Perubahan tersebut terlihat dalam gelaran Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2026 di Trans Studio Mall Bali, Denpasar, pada 28-30 Agustus 2026.

Tahun ini, GATF untuk pertama kalinya digelar terintegrasi dengan Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) dalam satu rangkaian. Perhelatan tersebut mempertemukan sektor perjalanan, pariwisata, dan gaya hidup.

Salah satu tren yang mulai diperhatikan adalah travel wellness. Konsep ini menempatkan kenyamanan dan kebugaran tubuh sebagai bagian dari pengalaman perjalanan, baik untuk liburan, perjalanan bisnis, maupun aktivitas sehari-hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pelaku usaha yang melihat peluang tersebut adalah Kutus Kutus. Dalam gelaran GATF di Bali, brand tersebut memperkenalkan konsep travel wellness sekaligus menawarkan berbagai program kepada pengunjung.

Owner Kutus Kutus, Fazli Hasniel Sugiharto atau Arniel, mengatakan perjalanan tidak hanya berkaitan dengan tujuan, tetapi juga kondisi tubuh selama perjalanan.

ADVERTISEMENT

"Perjalanan bukan hanya tentang mencapai tujuan, tetapi juga tentang menikmati setiap prosesnya dengan tubuh yang tetap nyaman dan seimbang. Itulah mengapa kami melihat wellness sebagai bagian dari pengalaman perjalanan modern," ujar Fazli, dalam keterangannya, Minggu (30/8/2026).

Menurutnya, mobilitas tinggi, perubahan cuaca, serta padatnya aktivitas selama perjalanan dapat membuat pengalaman bepergian menjadi melelahkan. Kondisi tersebut membuat rutinitas wellness mulai ditempatkan sebagai bagian dari persiapan maupun aktivitas setelah bepergian.

Tren tersebut dinilai relevan dengan perkembangan pariwisata di Bali yang menggabungkan aktivitas wisata dengan gaya hidup, relaksasi, dan kedekatan dengan alam.

Arniel berharap kehadiran konsep wellness di berbagai ruang publik dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai gaya hidup tersebut.

"Kami berharap kehadiran Kutus Kutus di berbagai ruang publik, termasuk Garuda Indonesia Travel Fair, dapat memperluas pemahaman bahwa wellness bukan sekadar rutinitas sesaat, melainkan bagian dari gaya hidup yang menemani masyarakat dalam setiap aktivitasnya."

Perkembangan ini menunjukkan industri perjalanan mulai memperluas penawaran di luar pengalaman destinasi. Kenyamanan dan kebugaran selama perjalanan menjadi salah satu aspek yang mulai diperhitungkan wisatawan.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat untuk perjalanan domestik maupun internasional, travel wellness berpotensi menjadi salah satu ceruk usaha dalam ekosistem pariwisata dan gaya hidup.

(fdl/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads