Boediono Tak Mau Eksklusif

Boediono Tak Mau Eksklusif

- detikFinance
Senin, 08 Sep 2008 21:58 WIB
Boediono Tak Mau Eksklusif
Jakarta - Memangku jabatan tertinggi di lembaga otoritas moneter di Indonesia, tak membuat Boediono tinggi hati. Mantan Menko Perekonomian ini mengaku tetap ingin dekat dengan publik dan tidak mau menjadi sosok yang eksklusif.

"Semenjak saya di sini (BI) orang pada bertanya, Pak Boed kok jarang ketemu? Karena memang ya di sini itu kalau masuk harus pakai kartu, berbeda waktu di Lapangan Banteng dulu kita bisa ketemu kapan saja, tapi meskipun begitu hati saya tetap selalu bersama anda," tuturnya kepada para wartawan dalam acara buka bersama di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (8/9/2008).

Pria kelahiran Blitar ini mengaku selalu ingin memberikan informasi kepada publik melalui media seputar situasi moneter di Indonesia dan global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita harus jadwalkan bertemu rutin untuk ngobrol-ngobrol seperti sekarang ini. Tapi kalau bisa ngobrolnya santai-santai saja, jangan terlalu serius," ujar guru besar FE UGM ini.

Meski ingin berbicara yang santai-santai, wartawan pun tetap menanyai Boediono dengan hal-hal serius. Salah satunya adalah mengenai asumsi dasar pada RAPBN 2009 yang saat ini sedang digodok oleh pemerintah, BI dan DPR.

"Asumsi dasar itu harus realistis sehingga masuk akal dan diterima oleh pasar, jadi jangan terlalu memaksa dan tidak realistis, sebab kalau tidak diterima, maka pasar akan bereaksi melihat hal tersebut," katanya.

Boediono mengatakan mengenai tekanan inflasi yang melanda Indonesia saat ini akibat kenaikkan harga komoditas pangan dunia dan energi yang terjadi, BI akan terus mengawal laju inflasi.

"Tahun depan kita yakin inflasi akan single digit, BI targetkan inflasi di 2009 bisa mencapai 6,5-7,5%," ujarnya.

(dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads