"Semenjak saya di sini (BI) orang pada bertanya, Pak Boed kok jarang ketemu? Karena memang ya di sini itu kalau masuk harus pakai kartu, berbeda waktu di Lapangan Banteng dulu kita bisa ketemu kapan saja, tapi meskipun begitu hati saya tetap selalu bersama anda," tuturnya kepada para wartawan dalam acara buka bersama di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (8/9/2008).
Pria kelahiran Blitar ini mengaku selalu ingin memberikan informasi kepada publik melalui media seputar situasi moneter di Indonesia dan global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski ingin berbicara yang santai-santai, wartawan pun tetap menanyai Boediono dengan hal-hal serius. Salah satunya adalah mengenai asumsi dasar pada RAPBN 2009 yang saat ini sedang digodok oleh pemerintah, BI dan DPR.
"Asumsi dasar itu harus realistis sehingga masuk akal dan diterima oleh pasar, jadi jangan terlalu memaksa dan tidak realistis, sebab kalau tidak diterima, maka pasar akan bereaksi melihat hal tersebut," katanya.
Boediono mengatakan mengenai tekanan inflasi yang melanda Indonesia saat ini akibat kenaikkan harga komoditas pangan dunia dan energi yang terjadi, BI akan terus mengawal laju inflasi.
"Tahun depan kita yakin inflasi akan single digit, BI targetkan inflasi di 2009 bisa mencapai 6,5-7,5%," ujarnya.
(dnl/qom)










































