Pelakunya adalah orang yang cukup terkenal di jagad maya dengan nama samaran 'Minerva'. Dalam beberapa bulan terakhir, Minerva menjadi sangat populer karena telah membuat sekitar 200 posting tentang krisis finansial di Korea Selatan dan juga global.
Gambaran tentang Minerva ternyata sangat jauh dari kenyataannya. Karena sangat jago dalam membuat analisis, orang pun menyangka Minerva adalah seorang veteran di bidang finansial dengan usiasekitar 50-60 tahun, dengan gelar berentet dari perguruan terkenal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak berwenang di Korsel kini sudah menangkap Minerva, dengan tuduhan telah menyebarkan berita yang tidak benar tentang mata uang Korsel, won.
"Minerva, si tersangka berusia 30 tahun, telah ditangkap dengan tuduhan menyebarkan informasi yang salah," ujar jaksa senior dari Seoul Districk Central Prosecutors seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/1/2009).
Minerva dalam postingannya memang tak pernah mengungkapkan identitasnya. Ia hanya menyatakan pernah mencicipi pengalaman kerja di bidang finansial di Amerika.
Namanya sangat melambung pada tahun lalu karena prediksinya tentang anjloknya nilai tukar won, pasar saham termasuk bangkrutnya Lehman Brothers pada September lalu. Dan pada 15 September, memang terbukti bahwa Lehman Brothers bangkrut.
Tulisannya tentang kebijakan ekonomi pemerintah Korsel dan intervensi bank sentral telah memerahkan telinga para pejabat negara. Pada 29 Desember, Minerva mengatakan bahwa pemerintah telah memaksa institusi finansial kunci dan para eksportir untuk membeli dolar guna mempertahankan won. Tulisan itu dibantah oleh Departemen Keuangan Korsel.
Minerva selanjutnya berhenti membuat prediksi dengan alasan pemerintah teleh memberangus blog miliknya yang telah menarik ribuan pengunjung.
Seorang pialang mengakui bahwa apa yang ditulis Minerva ini memberi pengaruh yang besar dipasar. Prediksi-prediksinya selalu memberi pengaruh yang besar dalam pengambilan keputusan sejumlah investor untuk membeli saham.
Namun pemerintah Korsel pun akhirnya merasa gerah dengan prediksi-prediksi Minerva yang dinilainya selalu negatif. Pemerintah Korsel pun menjadi sensitif dengan segala hal yang dinilainya bisa memperkeruh krisis. Pada tahun lalu, mata uang won tercatat merosot hingga 28% sementara indeks sahamnya juga anjlok hingga 40% pada 2008.
Korea Securities Dealers Association (KSDA) kini akan menyelidiki rekomendasi jual oleh sekuritas asing termasuk Morgan Stanley, Goldman Sachs, JPMorgan dan Merrill Lynch.
Sementara ekonom lokal dan analis mengaku telah diminta oleh pemerintah dan Bank Sentral agar tidak memberikan komentar yang negatif soal perekonomian dan pasar ke media.
"Beberapa bulan yang lalu, saya mendapat telepon dari pejabat senior Bank Sentral Korea karena saya menyatakan kekhawatiran tentang cadangan devisa kepada sebuah media lokal," ujar seorang ekonom yang tak mau disebut namanya.
"Pejabat itu mengatakan bahwa saya akan bertanggung jawab terhadap (potensi) krisis jika media terus memberitahakan hal yang negatif," ujar ekonom itu.
(qom/ir)











































