Ari Soemarno Pimpin Pencegahan Korupsi

Ari Soemarno Pimpin Pencegahan Korupsi

- detikFinance
Rabu, 04 Feb 2009 13:42 WIB
Ari Soemarno Pimpin Pencegahan Korupsi
Jakarta - Pertamina sering dipandang sebagai BUMN yang empuk sebagai 'sarang' korupsi. Namun Dirut PT Pertamina (Persero) Ari Soemarno kini mencoba menangkis sebutan itu dengan menjadi koordinator forum kerjasama pencegahan korupsi. Apakah akan ada yang berubah?

Dengan jabatan barunya, Ari Soemarno akan mengkoordinasi agar tidak terjadi korupsi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Ari merupakan koordinator pertama forum ini, selanjutnya koordinator akan berganti setiap tahun.

Salah satu program forum yang dinamai Forum 3 Pilar Kemitraan ini adalah melakukan pelatihan pencegahan korupsi di kalangan Korps Karyawan Republik Indonesia (Korpri).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Forum tiga pilar kemitraan merupakan forum kegiatan bersama dalam upaya pencegahan korupsi antar unsur pemerintah, dunia usaha dan masyarakat yang kerap kali terjadi tanpa pernah ada koordinasi dan pengawasan," kata Menneg Pemberdayaan Aparatur Negara Taufiq Effendi di kantornya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (4/2/2009).

Nota kesepahaman (MoU) pencegahan korupsi 3 pilar kemitraan ini ditandatangani oleh Ari Soemarno sebagai koordinator yang mewakili pemerintah. Dari dunia usaha diwakilkan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Dari kalangan masyarakat diwakilkan oleh Indonesian Corruption Watch (ICW), Transparency International Indonesia (TII), dan Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI).

"Forum ini digagas agar tidak ada lagi korupsi dalam proses kerjasama antar pemerintah dunia usaha dan masyarakat, di mana hal itu sering terjadi seperti pengadaan barang, tender, dan lainnya," katanya.

MoU ini akan berlangsung selama 5 tahun ke depan. Tiap tahun, koordinator akan berubah. Untuk tahun pertama yakni 2009-2010, koordinator 3 pilar kemitraan akan dipegang oleh Ari Soemarno.

"Banyaknya anggota Korpri tersandung masalah hukum terutama masalah korupsi. Pelatihan ini digagas agar mereka tidak lagi tersandung masalah hukum sehingga tahu mana yang boleh dan tidak boleh," tegasnya.

(gus/lih)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads