Nakagawa menyatakan akan resmi mengundurkan diri setelah Parlemen Rendah menyetujui APBN Jepang. Pengunduran diri ini dilakukan sehari setelah Nakagawa membantah mabuk saat menggelar konferensi pers.
"Setelah anggaran dan UU yang berkaitan disetujui oleh Parlemen Rendah, saya ingin mengajukan pengunduran diri dengan segera," ujar Nakagawa seperti dikutip dari Reuters, Selasa (17/2/2009).
Nakagawa terlihat seperti orang mabuk saat menggelar jumpa pers. Dalam video yang tersebar luas, terlihat beberapa kali Nakagawa seperti tertidur dan berbicara tidak fokus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, perilakunya saat jumpa pers tersebut terutama diakibatkan oleh obat flu yang diminumnya dan dia berjanji akan memberikan resep dari dokter berkaitan dengan obat yang diminumnya saat perjalanan.
Pengunduran diri Nakagawa itu akan menjadi pukulan bagi Perdana Menteri Jepang Taro Aso yang popularitasnya kian turun. Namun anggota parleman Jepang menilai bahwa pengunduran diri Nakagawa itu memang sudah semestinya.
"Dia harus mengundurkan diri hari ini, untuk bertanggung jawab atas perilaku memalukan yang ditunjukkannya ke dunia," ujar seorang anggota parlemen.
Seperti dikutip dari AFP, Nakagawa juga telah menyampaikan permintaan maafnya terkait insiden 'mabuk' dalam konferensi pers tersebut.
"Saya ingin meminta maaf sekali lagi karena saya telah menyebabkan gangguan yang besar kepada orang-orang dalam konferensi pers setelah pertemuan G7 di Roma," ujarnya.
"Saya telah mendatangai rumah sakit tadi malam dan pagi ini dan didiagnosa menderita sakit punggung bagian bawah, flu dan kelelahan. Saya akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi kewajiban saya di hari-hari yang tersisa. Saya harap perekonomian Jepang akan pulih sesegera mungkin," katanya lagi.
(qom/ir)











































