Karen melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (30/3/2009). Pada Februari 2009, harta kekayaan Karen tercatat sebesar Rp 2.574.715.487.
"Harta saya sampai Februari 2009, menjadi Rp 2.574.715.487," katanya usai pelaporan di Gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta, Senin (30/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kekayaan Karen setelah menjabat jadi Dirut Pertamina ini naik sekitar Rp 600 juta lebih dibandingkan data kekayaannya pada 29 Juli 2008. Pada saat itu, kekayaan Karen 'masih' sebesar Rp 1.906.624.190.
Rinciannya, harta tidak bergerak Rp 587,111 juta, harta bergerak transportasi Rp 375 juta dan Rp 500 juta. Sedangkan giro dan tabungan senilai Rp 444 juta.
Jika dikalkulasi, maka sejak menjadi Dirut Pertamina harta kekayaan Karen untuk harta bergerak bertambah Rp 120 juta dan giro tabungan bertambah Rp 548 juta.
Karen baru dilantik menjadi Dirut Pertamina pada 5 Februari 2009. Karen yang menggunakan balzer hitam dan kemeja putih ini datang ke KPK dengan mobil Alphard B 50 WH.
Lalu, apakah kekayaan Karen ini tergolong besar? Bandingkan saja dengan sejumlah dirut BUMN lainnya seperti Dirut Jamsostek Hot Bonar yang kekayaannya tercatat sekitar Rp 4 miliar di 2008.
Atau bisa juga dibandingkan dengan kekayaan Menkeu sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani yang sebesar Rp 7,4 miliar (2006), Menteri PPN/Kepala Bapenas yang sebesar Rp 5,6 miliar (2006), Gubernur BI Boediono yang sebesar Rp 6,3 miliar (2006), dan yang paling mencengangkan kekayaan Menperin Fahmi Idris pada 2006 yang mencapai Rp 85 miliar.
(lih/ir)











































