"Kalau jadi menteri lagi, ya surprise ," kata Sofyan saat menghadiri farewell party (pesta perpisahan) Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid I di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2009).
Ditanya mengenai kesan-kesan menjadi pembantu Presiden, Sofyan mengatakan menjadi pejabat publik mengandung risiko. Namun nilai yang didapat juga lebih besar, misalnya popularitas.
"Manfaatnya semua orang kenal. Sebelumnya siapa yang kenal Sofyan Djalil. Itu nilai yang luar biasa," imbuhnya.
Bagaimana soal gaji? "Private sector (swasta) jauh lebih tinggi. Gaji lebih banyak sebagai profesional. It's okay," jawab mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) sebelum di-reshuffle menjadi Menneg BUMN ini.
Kepada calon penggantinya di Kementerian BUMN nanti, Sofyan tidak memberi tips-tips. Sebab, ia tidak mau terkesan mengajari pejabat baru tersebut bagaimana menjalankan tugas-tugas selaku menteri.
"Saya tidak mau kasih tips seolah mengajari menteri yang akan datang. Sudah ada di memori jabatan. Di situ semua ada," pungkas Sofyan.
(irw/dnl)











































