Bahkan usai raker tersebut para menteri diberi tugas yang akan dievaluasi setelah 3 bulan kedepan oleh presiden, layaknya seorang anak sekolah.
Hidayat menjelaskan dalam raker tersebut seluruh menteri bersama eselon satu, para BUMN dan seluruh gubernur di 33 provinsi menghadiri acara tersebut. Raker dibagi dalam 6 kelompok kerja (pokja), dimana ia masuk dalam pokja ketahanan pangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari raker tersebut, Kementerian Perindustrian diberikan tugas untuk menyelesaikan masalah pembenahan industri pengolahan di dalam negeri, termasuk menyiapkan skema insentif baik fiskal maupun pembiayaan. Kedua adalah bersama kementerian BUMN menyiapkan program revitalisasi pabrik gula dan pupuk termasuk soal pasokan gas.
"Dalam tiga bulan akan dievaluasi lagi, kita kayak anak sekolah," katanya tertawa.
Cari Staf 'Pembisik' Baru
Hidayat juga mengatakan saat ini ia sedang mencari staf ahli baru yang akan membantu tugasnya dalam memberikan pertimbangan-pertimbangan sebagai seorang menteri perindustrian.
Staf ahli itu akan terdiri dari 3 orang yang diambil dari pelaku usaha, ekonom dan lain-lain. Nama-nama seperti Benny Soetrisno dan Erna Zetta termasuk diantaranya.
"Mereka akan membantu ikut rapat-rapat di-eselon satu, memberikan pertimbangan," jelasnya.
(hen/qom)











































