Namun Gita membantah irit bicara itu sebagai pelit namun lebih karena ingin berhati-hati dalam berbicara agar data yang keluar akurat.
"Begini lho, bukannya saya pelit. Saya mau yang keluar itu data akurat. Saya nggak mau dikeluarin apa adanya, terus nanti ada revisi lagi," ujarnya saat menerima keluhan dari para wartawan mengenai kurangnya data investasi yang disampaikan ke publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini kan pendelegasian wewenang dari beberapa kementerian yang selama ini tidak melapor ke BKPM. Ini kita mau make sure data itu ada. Insya Allah dalam 1 bulan, kita sisir data-data yang masuk dari kementerian-kementerian yang baru mendelegasikan kewenangan. Supaya apapaun yang kita keluarkan betul-betul bisa dipertanggungjawabkan," ujarnya.
Rencananya, BKPM akan memublikasikan data investasi per bulan. Namun, karena program PTSP baru efektif pada bulan Februari ini maka data tersebut akan diberikan per kuartal.
"Kan PTSP baru efektif Februari. Kita mulai dari per kuartal, baru setelah itu per bulan," katanya.
Untuk program PTSP, Gita menargetkan tahun ini seluruh provinsi di Indonesia bisa melaksanakan program tersebut.
"Kita mau meningkatkan coverage-nya ke 33 provinsi, target saya akhir tahun ini provinsi dulu. Kalau 500 kabupaten, secara realistis berat lah," ujarnya.
Gita Wirjawan merupakan pejabat baru yang dipilih presiden bersamaan dengan terpilihnya Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. Gita menggantikan Lutfi sebagai Kepala BPKM.
(nia/qom)











































