MS Hidayat Terngiang Sindiran PM China ke Negara Maju

MS Hidayat Terngiang Sindiran PM China ke Negara Maju

- detikFinance
Kamis, 08 Jul 2010 16:48 WIB
MS Hidayat Terngiang Sindiran PM China ke Negara Maju
Jakarta - Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku selalu teringat soal sindiran PM China Wen Jiabao terhadap negara-negara maju soal pengurangan emisi karbon dalam hal pencegahan perubahan iklim.

Negara berkembang kerap kali mendapat tekanan untuk mengurangi emisi karbon sementara negara maju justru melakukan hal yang berlawanan.

Pada pertemuan Copenhagen mengenai perubahan iklim akhir tahun lalu, PM China mengibaratkan nasib negara berkembang dalam hal pengurangan karbon seperti orang yang telat datang di jamuan makan malam. Meski telat datang dan hanya mencicipi hidangan penutup, tetapi yang ironisnya harus menanggung pembayaran seluruh peserta makan malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya disini, negara-negara maju masih egois dalam melaksanakan komitmen mencegah perubahan iklim, padahal negara-negara maju seharusnya menjadi pihak yang bertanggung jawab karena telah lama "merusak" lingkungan melalui pesatnya industri negara maju.

"Ada satu ungkapan dari PM Tiongkok (PM Wen Jiabao) pada waktu di Copenhagen. Ia mengibaratkan ada jamuan dinner, China dan beberapa Negara berkembang, datangnya telat, hanya desert tapi tapi disuruh bill-nya semuanya," kata Hidayat di kantornya, Jakarta, Kamis (8/7/2010).

Mulai sejak itulah, Hidayat sepaham dengan ungkapan PM China tersebut. Bahkan Hidayat kerap teringat ungkapan si PM negeri tirai bambu tersebut.

"Itu ungkapan PM China tapi saya ingat terus, karena kok rada-rada setuju secara pribadi," katanya.

Meskipun begitu, lanjut Hidayat, Indonesia tetap berkomitmen menurunkan emisi karbon sebesar 26% pada tahun 2020 melalui upaya sendiri. Hal inilah yang juga dipuji oleh presiden Swiss.

"Kemarin komentarnya presiden Swiss cukup ambisius, tapi sangat appreciate karena negaranya sendiri belum berani sebesar itu. Kita sebagai negara yang punya forest tree," tambah Hidayat.




(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads