Saking sibuknya, Arwin harus meninggalkan hobi kesayangannya yaitu berburu ke hutan. Setidaknya kurang lebih sudah dua tahun tahun Arwin tak mencicipi lagi hentakan senapan berburunya dengan teman-temannya di Perbakin.
"Sekarang pengen sih, tapi sibuk yah," kata Arwin saat ditemui di Sime Darby Convention Center, Kuala Lumpur Malaysia, Senin (26/7/2010) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya kata dia, seorang pemburu harus sabar namun juga harus mampu cepat memanfaatkan kesempatan atau momen. Jika tidak cepat maka binatang atau buruan akan hilang atau kehilangan momen.
"Refleksnya harus bagus, kalau tidak cepat sasaran bisa kabur," ungkapnya tersenyum.
Pada masanya, Arwin pernah berburu ke hutan sampai 3-4 hari ke wilayah-wilayah di Nusantara seperti Bengkulu. Bahkan ia pun pernah mencicipi aksi berburu di Darwin Australia dan sempat ikut Safari ke Afrika.
Menurut Arwin, hobi berburunya bukan hanya bermanfaat bagi kepuasan pribadinya namun bisa bermanfaat bagi orang lain. Misalnya saat ia memburu babi hutan di kawasan Perkebunan kelapa sawit, setidaknya bisa mengurangi hama babi dan hewan hasil buruannya bisa diberikan ke masyarakat.
"Waktu saya dulu di BNI, ajang berburu sambil melihat cabang. Pegawai daerah senang sekali dikunjungi," katanya.
Arwin justru kini sudah sudah punya hobi baru yakni golf, yang bisa dilakukan tanpa membuang waktu berhari-hari. Sejak tahun lalu Arwin rajin main golf, tujuannya selain olah raga, golf bisa menjadi sarana mempererat relasi termasuk dengan nasabah.
(hen/qom)











































