Gita Wirjawan-Boediono Taruhan Nasi Gudeg

Gita Wirjawan-Boediono Taruhan Nasi Gudeg

- detikFinance
Senin, 13 Des 2010 18:01 WIB
Gita Wirjawan-Boediono Taruhan Nasi Gudeg
Jakarta - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan taruhan dengan Wapres Boediono. Pihak yang kalah harus menyediakan nasi gudeg komplit. Taruhan apa?

Taruhan ala para petinggi itu rupanya menyangkut hal yang serius yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gita meyakini pertumbuhan ekonomi RI bisa mencapai 7% di 2011, namun Boediono bersikukuh pada angka 5-6% saja.

"Saya taruhan dengan pak Boed. 7% bisa. Taruhannya nasi gudeg. Kalau kalah sediakan nasi gudeg. Pak Boed, yakin 5-6%," canda Gita dalam forum Apindo mengenai Kebijakan Pengembangan Industri 2010-2014 di Jakarta, Senin (13/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gita merasa optimistis dengan angka 7% itu. Namun syaratnya, pemerintah harus mengoptimalkan peran swasta (Public Private Partnership/PPP). "Asal PPP jalan, bisa," tegas Gita.

PPP dioptimalkan dalam 5-6 industri yang diprioritaskan. Diantaranya, industri padat karya, industri kecil menengah, industri barang modal, industri berbasis sumber daya alam. Selain itu, juga ada industri pertumbuhan tinggi dan prioritas khusus.

Menurut Menteri Perindustrian, MS Hidayat, peningkatan 6 kelompok industri dilaksanakan dengan memanfaatkan 4 instrumen yang dimiliki pemerintah. Yaitu, APBN, insentif fiskal, penyediaan infrastruktur kawasan industri, dan dukungan administratif, juga peran swasta dalam pembangunan infrastruktur.

"Bahkan dalam kunjungan saya ke luar negeri, Indonesia berpotensi masuk BRIC dengan menggantikan Rusia dalam R. Karena apa. Ekonomi kita diversifikasi. Selain demokrasi kita yang berjalan berkesinambungan. Ini pentingnya pencitraan," ucap Gita.

"Kita fokus 1-2 projek saja, tapi terlaksana. Ini sesuai dengan roadmap BKPM dalam lima tahun," imbuhnya.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads