Taruhan ala para petinggi itu rupanya menyangkut hal yang serius yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gita meyakini pertumbuhan ekonomi RI bisa mencapai 7% di 2011, namun Boediono bersikukuh pada angka 5-6% saja.
"Saya taruhan dengan pak Boed. 7% bisa. Taruhannya nasi gudeg. Kalau kalah sediakan nasi gudeg. Pak Boed, yakin 5-6%," canda Gita dalam forum Apindo mengenai Kebijakan Pengembangan Industri 2010-2014 di Jakarta, Senin (13/12/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PPP dioptimalkan dalam 5-6 industri yang diprioritaskan. Diantaranya, industri padat karya, industri kecil menengah, industri barang modal, industri berbasis sumber daya alam. Selain itu, juga ada industri pertumbuhan tinggi dan prioritas khusus.
Menurut Menteri Perindustrian, MS Hidayat, peningkatan 6 kelompok industri dilaksanakan dengan memanfaatkan 4 instrumen yang dimiliki pemerintah. Yaitu, APBN, insentif fiskal, penyediaan infrastruktur kawasan industri, dan dukungan administratif, juga peran swasta dalam pembangunan infrastruktur.
"Bahkan dalam kunjungan saya ke luar negeri, Indonesia berpotensi masuk BRIC dengan menggantikan Rusia dalam R. Karena apa. Ekonomi kita diversifikasi. Selain demokrasi kita yang berjalan berkesinambungan. Ini pentingnya pencitraan," ucap Gita.
"Kita fokus 1-2 projek saja, tapi terlaksana. Ini sesuai dengan roadmap BKPM dalam lima tahun," imbuhnya.
(wep/qom)











































