Djan Faridz, Berawal dari Bengkel Las Hingga 'Sulap' Tanah Abang

Djan Faridz, Berawal dari Bengkel Las Hingga 'Sulap' Tanah Abang

- detikFinance
Rabu, 19 Okt 2011 18:21 WIB
Djan Faridz, Berawal dari Bengkel Las Hingga Sulap Tanah Abang
Jakarta - Presiden SBY memilih Djan Faridz sebagai Menteri Perumahan Rakyat (menpera) baru. Faridz dinilai tepat karena dikenal sebagai pengusaha di bidang properti dan energi. Bagaimana kisah usaha Djan Faridz?

Dalam situs Kemenpera yang dikutip, Rabu (19/10/201) dikatakan, Faridz mengawali usahanya membuka usaha bengkel las ketok dan berdagang alat-alat bangunan hingga menjadi pemborong perumahan untuk pegawai negeri sipil (PNS) dan TNI di daerah.

Nama Faridz mencuat di 2002 manakala dia 'menyulap' Pasar Tanah Abang dari daerah kumuh hingga diresmikan Juli 2005 menjadi Pusat Grosir terbesar di Kawasan Asia Tenggara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua tahun kemudian, melalui perusahaan kontraktor yang miliknya dimulailah pembangunan Pasar Tanah Abang Blok B sehingga dapat dioperasikan pada 2010.

Selain menjadi pengusaha, Faridz yang dibesarkan di Gang Kenari Dalam, Kecamatan Senen, Jakarta pada 5 Agustus 1950 juga memiliki sejumlah pengalaman di dunia politik.

Sejak 2009, dia terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) oleh warga DKI Jakarta. Pada 2006 Faridz telah aktif sebagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta hingga akhirnya terpilih menjadi Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta periode 2011-2016.

Hari ini, Faridz dilantik Presiden SBY sebagai Menpera menggantikan Suharso Monoarfa. Dia menyatakan siap melanjutkan program Kemenpera terdahulu.

"Saya siap melanjutkan program Kemenpera dan menggantikan Pak Harso sebagai Menpera. Namun saya masih harus lebih bekerja keras dan lebih banyak belajar lagi tentang perumahan rakyat dari para pemangku kepentingan bidang perumahan lainnya," ujar Faridz dalam sertijab.

Menurut Djan Faridz, masalah perumahan rakyat tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Kemenpera. Namun demikian, dibutuhkan konsep yang jelas serta program yang ada harus terintegrasi dengan program yang ada di kementerian atau instansi lainnya.
Oleh karena itu, dirinya dalam waktu dekat siap mengunjungi sejumlah kementerian dan instansi seperti Kementerian PU, Perumnas, serta menggandeng pengembang dan perbankan.

Menurutnya, salah satu masalah pelik dalam program perumahan rakyat adalah penyediaan lahan. Dalam hal ini, dirinya siap menemui Menteri BUMN dan Kementerian Perhubungan untuk memanfaatkan lahan-lahan yang dimiliki seperti lahan di sepanjang rel kereta api maupun lahan milik BUMN.


(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads