Quek yang menguasai Hong Leong dan Guoco Grup diketahui membeli 7,3% saham AMR Corp, induk American Airlines 3 bulan silam. American Airlines dan induknya AMR Corp mendaftarkan kebangkrutan pada Selasa, 29 November lalu.
Menurut berita yang dilansir The Star, Jumat (2/12/2011), Quek membeli 24,4 juta lembar saham AMR melalui perusahaan yang tercatat di Hong Kong Guoco Group Ltd dan perusahaan terkait lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang belum jelas diketahui berapa tepatnya nilai saham yang dibeli Quek tersebut. Namun berdasarkan harga penutupan pada 15 Agustus, nilainya diperkirakan mencapai US$ 92,2 juta atau sekitar US$ 3,78 per lembar.
Nah, pada Selasa lalu, saham AMR tercatat merosot menjadi 26 sen per lembar setelah mengumumkan perlindungan kebangkrutannya. Saham AMR tercatat anjlok hingga 93,12% sejak 15 Agustus, atau setelah pembelian oleh Quek tersebut.
Dengan demikian, Quek berpotensi mengalami kerugian hingga US$ 85,88 juta atau sekitar Rp 772 miliar.
American Airlines, yang merupakan maskapai penerbangan terbesar ketiga AS mendaftarkan perlindungan kebangkrutan pada Selasa, 29 November lalu setelah gagal mencetak laba sejak tahun 2007. American Airlines tercatat memiliki aset hingga US$ 24,7 miliar dan utang US$ 29,6 miliar, dengan karyawan sekitar 88.500 orang.
Pemegang saham besar American Airlines lainnya adalah Primecap Management Co, sebuah perusahaan investasi berbasis di Pasadena, California yang menguasai 12,30% saham. Juga ICC Capital Management dari Orlando, Florida sebesar 7,49% serta Capital World Investor sebesar 7,40%.
Quek, kelahiran Singapura tahun 1941, didapuk sebagai orang terkaya Malaysia oleh majalah Forbes. Dengan kekayaan sekitar US$ 4,8 miliar, Quek berada di posisi ke-5. Selain dari Hong Leong Group di Malaysia, kekayaan terbesar Quek berasal dari Guoco Group.
(qom/qom)











































