Menurut Rektor Universitas Pertanian Slovakia Peter Bielik, alasan pihaknya memberikan Ketua Umum PAN tersebut gelar bergengsi bidang akademis tersebut karena Hatta dianggap berperan dalam mengkoordinasikan kerjasama ekonomi antara Slovakia dengan Indonesia.
Hatta dianggap mampu menjembatani kerjasama dua negara melalui beberapa kesepakatan kerjasama di beberapa sektor ekonomi, antara lain 15 MoU yang pernah ditandatangai kedua kepala negara pada Oktober 2011 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peter menambahkan dengan kemampuan koordinasinya, Hatta dianggap mampu merealisasikan beberapa kerjasama kedua negara. Kerjasama yang sudah direalisasikan adalah di bidang pertanian dalam pengembangan gandum untuk wilayah tropis melalui kerjasama Universitas Nitra dengan Universitas Andalas.
Sementara itu Hatta Rajasa dalam sambutannya mengatakan kerjasama bidang pertanian Indonesia dengan Slovakia khususnya dalam hal pengembangan gandum tropis sangat penting. Kedepannya dari kerjasama ini bisa menjadi solusi dalam mencari sumber-sumber baru ketahanan pangan bagi Indonesia.
Menurutnya konsumsi gandum di Indonesia setiap tahun terus bertambah. Jika tak ada upaya untuk menekan impor gandum, maka diproyeksikan di 2020 nanti, Indonesia akan menjadi negara pengimpor gandum terbesar di dunia dengan volume hingga 10 juta ton. Apalagi saat ini konsumsi beras per kapita masyarakat Indonesia termasuk tertinggi di dunia yaitu 130 kg per kapita per tahun.
"Saya mengucapkan terima kasih dan merasa terhormat mendapat pengukuhan ini," katanya.
Ia berharap nantinya pelajar-pelajar di Indonesia bisa menimba ilmu ke Slovakia, termasuk di sektor pertanian.
Mengenai kerjasama ekonomi kedua negara, Hatta membuka kesempatan bagi Slovakia untuk menjadikan Indonesia sebagai prospek pasar yang besar bagi Slovakia. Ia mencatat, Indonesia dan ASEAN, memiliki potensi pasar hingga 600 juta orang.
Dalam acara pengukuhan itu, beberapa tamu undangan antara lain para duta besar Indonesia di Eropa turut hadir. Sementara dari pihak Universitas Nitra dihadiri oleh para petinggi dan guru besar di kampus yang berlokasi di Kota Nitra tersebut.
(hen/dnl)











































