BUMN Tak Cuma Cari Untung, Dahlan & Jasa Marga Bantu Atlet yang Jadi Tukang Cuci

BUMN Tak Cuma Cari Untung, Dahlan & Jasa Marga Bantu Atlet yang Jadi Tukang Cuci

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 04 Mar 2013 09:32 WIB
BUMN Tak Cuma Cari Untung, Dahlan & Jasa Marga Bantu Atlet yang Jadi Tukang Cuci
Jakarta -

Menteri BUMN Dahlan Iskan mendorong BUMN agar tidak cuma mengejar untung saja, tapi juga harus membantu masyarakat sekitar. Hari ini PT Jasa Marga Tbk memberikan bantuan sosial kepada mantan atlet yang jadi tukang cuci.

"Saya sangat terharu pagi ini karena ide Pak Dahlan, dengan ide beliau bahwa BUMN jangan hanya mengejar untung, tapi perhatikan juga lingkungan sekitar. Untuk kali ini kita ambil mantan atlet yang sudah mengharumkan nama bangsa dan negara di tingkat international. Maka dalam rangka ultahnya yang ke-35 ini kami ingin berbagi. Dan tahun-tahun mendatang kita bisa perluas lagi," tutur Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman.

Hal ini disampaikan Adityawarman dalam acara pemberian penghargaan kepada mantan atlet berprestasi international yang dalam kondisi memprihatinkan, di Kantor Koni Pusat, Jakarta, Senin (4/3/2013). Acara ini dihadiri juga oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi kepada detikFinance, ada 15 atlet yang mendapat bantuan dari Jasa Marga hari ini. Masing-masing atlet mendapatkan bantuan Rp 50 juta.

Adapun salah satu atlet yang dibantu adalah Leni Haini mantan atlet perahu naga yang banyak menyumbangkan medali di tingkat internasional. Namun saat ini, kondisi Leni sangat menyedihkan. Leni menjadi tukang cuci dan suaminya bekerja di kebun.

"Juga anaknya yang berumur 2 tahun sakit. Pak Dahlan mengatakan, akan ada seseorang di Jambi nanti yang akan menghubungi untuk membantu pengobatan, karena urus Jamkesda saja sangat sulit," kata Faisal.

Pada acara tersebut, Dahlan menyatakan, dengan nilai pendapatan per kapita Indonesia yang terus melonjak, tidak ada alasan olahraga Indonesia tidak maju.

"Dulu saya sangat aktif membangun olahraga, sempat jatuh bangun. Sempat saya berkontemplasi (saat itu per kapita sekitar US$ 800-900) dan saat sekarang per kapita kita sudah US$ 3.800, maka tidak ada alasan untuk tidak maju olaharaganya. Karena ekonomi sudah kuat, APBN sudah Rp 1.500 triliun, kelas menengah sudah begitu banyak. Maka olahraga harus bangkit," papar Dahlan seperti disampaikan Faisal.

(dnl/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads