Memecat seorang CEO bisa dikarenakan alasan bisnis. Namun beberapa kasus melibatkan, skandal dan kecurangan, dan hal ini dapat menimbulkan bencana atau bisa menjadi hal terbaik yang pernah terjadi. Terkadang, mereka yang pernah dipecat bisa bangkit kembali dengan sukses.
CEO atau pendiri perusahaan terkenal pernah merasakan hal tersebut. Dikutip dari CNBC, Rabu (17/7/2013), berikut adalah kasus pemecatan CEO yang terkenal:
George Zimmer, Mens Wearhouse
|
|
Tahun 1992, Zimmer membawa Menβs Wearhouse di era keemasannya dalam segi pertumbuhan dan penjualan. Perusahaan membukukan pendapatan US$ 1 miliar di 1998 dan 2000. Tahun 2011, Zimmer terpaksa menyerahkan jabatan CEO ke Presiden Direktur Douglas Ewert namun dia tetap menjadi ketua eksekutif dewan direksi.
Steve Jobs, Apple
|
|
Selepas dari Apple, Jobs mulai mendirikan NeXT dan Pixar Studio. Dia menjadi CEO Pixar tahun 1995, tahun yang sama dengan rilisnya film Toy Story yang menjadi hit di box-office. Akhirnya Walt Disney mengakuisi Pixar tahun 2006 senilai US$ 7,4 miliar.
Β
Tahun 1997, Jobs ditawari kembali ke Apple dan dia menjabat CEO. Di bawah kepemimpinan Jobs, Apple kembali bangkit, melakukan pembenahan lini produksi dan menarik investor. Tahun 2004 dan 2009, Jobs berjuang melawan penyakit kanker pankreas, di mana ia melakukan transplantasi liver tahun 2009.
Tahun 2011 Jobs mengundurkan diri dan menyerahkan posisi CEO kepada Tim Cook, namun dua bulan kemudian Steve Jobs meninggal dunia.
Richard Schulze, Best Buy
|
|
Brad Anderson menjabat sebagai CEO dari tahun 2002-2009, ketika dia digantikan oleh Brian Dunn karena mengundurkan setelah muncul tuduhan kejahatan. Schulze pun mundur sebagai ketua dewan direksi saat skandal itu pecah.
John Rigas, Adelphia Communications
|
|
Perusahaan Adelphia meyediakan layanan tv kabel sampai 2002, ketika Rigas dipaksa untuk mengundurkan diri karena tuduhan penggelapan uang perusahaan sebesar miliaran dolar. Ia divonis hukuman penjara 15 tahun pada tahun 2005.
Eddie Antar, Crazy Eddie
|
|
Tahun 1987, Crazy Eddie menjadi perbincangan ketika Securities and Exchange mulai menyelidiki Antar atas penipuan investasi. Kemudian tahun 1989, Antar didakwa. Setelah itu, perusahaan keluarga tersebut mengalami kebangkrutan dan dilikuidasi.
Tahun 1996, Eddie Antar dinyatakan bersalah atas penipuan tersebut. Dia diharuskan membayar denda sebesar US$ 150 juta dan dihukum 8 tahun penjara. Bersambung...
Halaman 2 dari 6











































