Sungguh Sial, Para Bos ini 'Ditendang' Dari Perusahaannya Sendiri (1)

Sungguh Sial, Para Bos ini 'Ditendang' Dari Perusahaannya Sendiri (1)

- detikFinance
Rabu, 17 Jul 2013 08:10 WIB
Sungguh Sial, Para Bos ini Ditendang Dari Perusahaannya Sendiri (1)
Foto: CNBC
Jakarta - Ada kalanya para pemimpin perusahaan memiliki nasib yang sama dengan orang biasa, CEO atau bahkan pendiri sebuah perusahaan bisa saja jadi pengangguran secara tiba-tiba.

Memecat seorang CEO bisa dikarenakan alasan bisnis. Namun beberapa kasus melibatkan, skandal dan kecurangan, dan hal ini dapat menimbulkan bencana atau bisa menjadi hal terbaik yang pernah terjadi. Terkadang, mereka yang pernah dipecat bisa bangkit kembali dengan sukses.

CEO atau pendiri perusahaan terkenal pernah merasakan hal tersebut. Dikutip dari CNBC, Rabu (17/7/2013), berikut adalah kasus pemecatan CEO yang terkenal:

George Zimmer, Mens Wearhouse

CEO Men’s Wearhoude George Zimmer dipecat saat berlangsungnya rapat tahunan pemegang saham. Dia mendirikan perusahaan di tahun 1973 saat baru lulus kuliah dan menjadi CEO tahun 1991.

Tahun 1992, Zimmer membawa Men’s Wearhouse di era keemasannya dalam segi pertumbuhan dan penjualan. Perusahaan membukukan pendapatan US$ 1 miliar di 1998 dan 2000. Tahun 2011, Zimmer terpaksa menyerahkan jabatan CEO ke Presiden Direktur Douglas Ewert namun dia tetap menjadi ketua eksekutif dewan direksi.

Steve Jobs, Apple

Siapa yang tak kenal orang ini? Pengusaha teknologi Steve Jobs memiliki sejarah yang rumit dengan Apple, perusahaan yang ia dirikan di 1976. Pada tahun-tahun awal, Jobs menolak menjadi CEO dan malah memilih bekerja di bagian pengembangan produk, di mana kesempurnaan kerjanya menjadi bagian dari warisannya sampai saat ini. Tahun 1985, dewan direksi memecatnya, karena etos kerjanya membuat stres karyawan Apple.

Selepas dari Apple, Jobs mulai mendirikan NeXT dan Pixar Studio. Dia menjadi CEO Pixar tahun 1995, tahun yang sama dengan rilisnya film Toy Story yang menjadi hit di box-office. Akhirnya Walt Disney mengakuisi Pixar tahun 2006 senilai US$ 7,4 miliar.
Β 
Tahun 1997, Jobs ditawari kembali ke Apple dan dia menjabat CEO. Di bawah kepemimpinan Jobs, Apple kembali bangkit, melakukan pembenahan lini produksi dan menarik investor. Tahun 2004 dan 2009, Jobs berjuang melawan penyakit kanker pankreas, di mana ia melakukan transplantasi liver tahun 2009.

Tahun 2011 Jobs mengundurkan diri dan menyerahkan posisi CEO kepada Tim Cook, namun dua bulan kemudian Steve Jobs meninggal dunia.

Richard Schulze, Best Buy

Setelah punya toko khusus audio di dekat kota asalnya St. Paul, Minessota, Richard Schulze mendirikan Best Buy tahun 1983. Dia membawa perusahaan menjadi perusahaan publik di 1985 dan tahun 1992 Best Buy meraup pendapatan sebesar US$ 1 miliar.

Brad Anderson menjabat sebagai CEO dari tahun 2002-2009, ketika dia digantikan oleh Brian Dunn karena mengundurkan setelah muncul tuduhan kejahatan. Schulze pun mundur sebagai ketua dewan direksi saat skandal itu pecah.

John Rigas, Adelphia Communications

Sewaktu muda, John Rigas meminjam uang dari kerabatnya untuk membeli sebuah bioskop di kota Coudersport, Pennsylvania. Dia bersama saudara lelakinya membangun kerajaan bisnis dengan membeli stasiun tv kabel lokal dan mengendalikan stasiun-stasiun tv di daerah sekitarnya.

Perusahaan Adelphia meyediakan layanan tv kabel sampai 2002, ketika Rigas dipaksa untuk mengundurkan diri karena tuduhan penggelapan uang perusahaan sebesar miliaran dolar. Ia divonis hukuman penjara 15 tahun pada tahun 2005.

Eddie Antar, Crazy Eddie

Jaringan toko diskon elektronik yang berada di Brooklyn, Crazy Eddie, didirikan oleh dua saudara sepupu Eddie and Sam Antar di 1971, yang pada saat itu sangat terkenal di wilayah tersebut karena iklan TV-nya yang lucu.

Tahun 1987, Crazy Eddie menjadi perbincangan ketika Securities and Exchange mulai menyelidiki Antar atas penipuan investasi. Kemudian tahun 1989, Antar didakwa. Setelah itu, perusahaan keluarga tersebut mengalami kebangkrutan dan dilikuidasi.

Tahun 1996, Eddie Antar dinyatakan bersalah atas penipuan tersebut. Dia diharuskan membayar denda sebesar US$ 150 juta dan dihukum 8 tahun penjara. Bersambung...
Halaman 2 dari 6
(zul/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads