1. Ketua: Harry Susetyo Nugroho
|
|
2. Erry Riyana
|
|
Erry yang lahir di Bandung, Jawa Barat, 5 September 1949 ini tidak asing dengan dunia korporasi. Erry pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS) sebelum dirinya menjadi Wakil Ketua KPK.
Selain di Timah, Erry juga pernah menjabat sebegai Komisaris Utama PT Agrakom, Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA), Penasehat dan Anggota Komite Audit PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Komisaris Independen PT Kaltim Prima Coal dan banyak lagi.
3. Ignasius Jonan
|
|
Dahlan menunjuk Jonan sebagai salah satu pendekar BUMN bersih KKN, karena sosoknya yang mengetahui praktik kecurangan di korporasi.
"Pak Jonan tahu lubang tikusnya," ucap Dahlan.
4. Zulkifli Zaini
|
|
Tahun 2012 lalu, Zulkifli tercatat juga menjadi bos di perusahaan BUMN yang memiliki kekayaan paling banyak. Bankir yang sangat ramah ini lahir di Palembang pada 22 Oktober 1956.
5. Parman Nataatmadja
|
|
Bapak dua anak ini punya sederet pengalaman dalam memimpin perusahaan. Sejumlah posisi strategis yang pernah diduduki Parman, antara lain Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura, Direktur Utama PT Niaga International Factors, Managing Director PT Niaga Leasing, dan Managing Director PT Danareksa Finance.
Ia menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1985, selanjutnya menyelesaikan pendidikan International Executive Program at State University of New York, Buffalo, USA pada tahun 1986. Dari kampus yang sama menyelesaikan gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1988.
Halaman 2 dari 6











































