Ini Dia Profil 5 Pendekar Anti Korupsi di BUMN

Ini Dia Profil 5 Pendekar Anti Korupsi di BUMN

- detikFinance
Kamis, 26 Sep 2013 07:55 WIB
Ini Dia Profil 5 Pendekar Anti Korupsi di BUMN
Jakarta -

1. Ketua: Harry Susetyo Nugroho

Dahlan mengangkat Harry Susetyo sebagai ketua BUMN Bersih. Harry merupakan salah satu Staf Ahli Tata kelola Kementerian BUMN. Selain menjabat sebagai staf ahli, Harry juga merupakan salah satu komisaris di PT PLN (persero) sejak Mei 2013.

2. Erry Riyana

Erry Riyana merupakan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dengan pengalaman yang dimilikinya diharapkan dapat merumuskan program roadmap BUMN Bersih.

Erry yang lahir di Bandung, Jawa Barat, 5 September 1949 ini tidak asing dengan dunia korporasi. Erry pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Timah Tbk (TINS) sebelum dirinya menjadi Wakil Ketua KPK.

Selain di Timah, Erry juga pernah menjabat sebegai Komisaris Utama PT Agrakom, Komisaris PT Pembangunan Jaya Ancol (PJAA), Penasehat dan Anggota Komite Audit PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Komisaris Independen PT Kaltim Prima Coal dan banyak lagi.

3. Ignasius Jonan

Ignasius Jonan menjabat sebagai Direktur Utama PT KAI sejak 2009. Jonan yang lahir di Singapura, 21 Juni 1963 ini sebelum di PT KAI, pernah menjadi Direktur Citi Group pada 2006-2008. Jonan juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Bahana Pembiayaan Usaha Indonesia (BPUI) pada 2001-2006.

Dahlan menunjuk Jonan sebagai salah satu pendekar BUMN bersih KKN, karena sosoknya yang mengetahui praktik kecurangan di korporasi.

"Pak Jonan tahu lubang tikusnya," ucap Dahlan.

4. Zulkifli Zaini

Mantan Direktur PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Zulfikli Zaini diminta Dahlan sebagai salah satu pendekar anti korupsi di BUMN karena dianggap sukses membawa Bank Mandiri menjadi perbankan bersih.

Tahun 2012 lalu, Zulkifli tercatat juga menjadi bos di perusahaan BUMN yang memiliki kekayaan paling banyak. Bankir yang sangat ramah ini lahir di Palembang pada 22 Oktober 1956.

5. Parman Nataatmadja

Parman Nataatmadja saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Parman dipilih Dahlan sebagai salah satu pendekar anti korupsi di BUMN ini karena dianggap berhasil menjalankan program anti korupsi di PNM

Bapak dua anak ini punya sederet pengalaman dalam memimpin perusahaan. Sejumlah posisi strategis yang pernah diduduki Parman, antara lain Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura, Direktur Utama PT Niaga International Factors, Managing Director PT Niaga Leasing, dan Managing Director PT Danareksa Finance.

Ia menyelesaikan pendidikan sebagai Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 1985, selanjutnya menyelesaikan pendidikan International Executive Program at State University of New York, Buffalo, USA pada tahun 1986. Dari kampus yang sama menyelesaikan gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 1988.
Halaman 2 dari 6
(rrd/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads