Orang Ini Kehilangan Harta Rp 340 Triliun dalam 1,5 Tahun

Orang Ini Kehilangan Harta Rp 340 Triliun dalam 1,5 Tahun

Wahyu Daniel - detikFinance
Senin, 04 Nov 2013 11:20 WIB
Orang Ini Kehilangan Harta Rp 340 Triliun dalam 1,5 Tahun
Foto: Eike Batista (Reuters)
Jakarta - Kehidupan seringkali berputar bagai roda, bisa di atas, dan bisa di bawah. Ini dialami oleh seorang miliuner asal Brasil Eike Baptista. Roda kehidupan berputar cepat baginya.

Harta miliuner minyak ini turun US$ 34 miliar atau sekitar Rp 340 triliun menjadi hanya di bawah US$ 1 miliar dalam hitungan 1,5 tahun. Saham-saham di seluruh perusahaan miliknya, termasuk perusahaan minyak miliknya OGX turun. Bahkan perusahaan minyak tersebut diajukan pailit.

Pada 2011, Batista pernah mendeklarasikan akan menjadi orang terkaya di dunia. Namun ternyata dia menjadi orang yang kekayaannya hilang tercepat

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari CNBC, Senin (4/11/2013), Batista bukan orang pertama yang kekayaannya anjlok sangat besar. Pada krisis ekonomi di 1999, saat saham Microsoft anjlok, Bill Gates mengalami penurunan kekayaan US$ 40 miliar, namun kekayaan Gates masih mencapai US$ 60 miliar.

Lakshmi Mittal juga pernah mengalami hal sama. Miliuner baja asal India ini kehilangan kekayaannya US$ 32 miliar saat krisis keuangan 2008 lalu. Ada lagi yang lebih parah dari Batista, yaitu Sean Quinn, seorang pengembang properti asal Irlandia yang kekayaannya hilang US$ 6 miliar dan langsung mengajukan bangkrut.

Penyebab drastisnya penurunan kekayaan Batista adalah karena harga saham perusahaannya yang turun signifikan di pasar modal.

Tahun lalu, Batista juga terkena musibah. Anaknya bernama Thor Batista didakwa menabrak dan membunuh orang saat mengebut di kawasan kumuh di Rio de Janeiro dengan mobil sportnya yang melaju 135 km/jam.

Di Brasil, Batista dianggap kaya karena memanfaatkan ayahnya yang pernah menjadi menteri pertambangan dan energi. Tahun ini juga belum menjadi tahun yang baik buat batista, karena saham perusahaan tambang miliknya yaitu MMC Mineracao e Metalicos SA didenda US$ 1,8 miliar oleh badan pajak Brasil akibat penghindaran pajak di 2007-2008.

Nasib Batista memang sungguh naas, bahkan dia sampai menjual jet pribadi dan yacht milik perusahaannya untuk membayar utang. Batista pasti bukan jadi orang terakhir yang kekayaannya amblas banyak.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads