Dilansir dari Reuters, Rabu (18/7/2017), Soros menyumbangkan hartanya lewat yayasan yang dia dirikan bernama Open Society Foundation. Yayasan ini berjuang untuk kebebasan masyarakat di dunia.
Harta yang didapat Soros dari bisnisnya di sektor investasi keuangan, disumbangkan untuk kegiatan filantropi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Open Society Foundation biasa bergerak untuk demokrasi dan pemerintahan yang terbuka di Eropa. Yayasan ini juga membantu para pengungsi, komunitas LGBT, warga Roma, dan berbagai isu untuk memberantas masyarakat yang terpinggirkan atau termarginalisasi.
Soros tidak takut akan hadangan politik. Pria ini biasa membiayai pergerakan liberal yang diadposinya di AS. Dia juga menjadi pendukung saat Hilary Clinton maju menjadi calon presiden di 2016 lalu.
Di usianya yang ke-87 tahun, Soros tidak lagi ikut serta dalam keputusan investasi di sektor keuangan. Dia menyerahkan bisnisnya kepada direksi perusahaan. Namun dia tetap melakukan pengawasan.
Dalam data terakhir Forbes, jumlah harta kekayaan Soros tercatat mencapai US$ 23 miliar atau sekitar Rp 310,5 triliun. (wdl/hns)











































