Follow detikFinance
Rabu 08 Nov 2017, 21:30 WIB

Luncurkan Buku, Rhenald Kasali Ajak Pengusaha Terbuka Pada Perubahan

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Luncurkan Buku, Rhenald Kasali Ajak Pengusaha Terbuka Pada Perubahan Foto: Puti Aini Yasmin/detikFinance
Jakarta - Akademisi dan praktisi bisnis Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, menerangkan cara bagi pelaku industri agar mampu menghadapi tantangan di era baru, yang dikenal sebagai era disruption. Hal ini ia paparkan dalam buku terbarunya setebal 390 halaman berjudul Tomorrow is Today.

Sebagai informasi, era disruption tersebut adalah era yang mengharuskan setiap perusahaan melakukan hal yang lebih dari sustaining innovation atau inovasi yang dapat menciptakan pasar baru.

"Kita terancam sama disruption. Tapi enggak ada yang sadar sama sekali kalau teknologi bisa merubah banyak hal," kata Rhenald di Periplus Pondok Indah Mall 1, Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Ia memaparkan untuk dapat menghadapi tantangan tersebut sebuah perusahaan harus mengikuti perkembangan teknologi.

"Central Park tetap ramai. Mengapa? Karena di atas orang tinggal di apartemen, ada rukan dan mereka makan sana di sebelahnya juga ada kampus. Malnya masih baru. Tapi ada mal yang sudah kuno nggak diperbaharui, naiknya desak-desakan, pakai tangga, parkir susah. Ke glodok, misalnya. Wajar nggak sekarang orang jadi berkurang?," ucap Rhenald.

Ia menjelaskan, agar dapat menghadapi era disruption tersebut perusahaan harus terbuka terhadap perubahan. Tidak hanya menyangkut perubahan bentuk, ukuran atau desain tapi juga mengubah seliruh metode, cara kerja dan bahkan produk yang tidak lagi relavan.

"Kesalahaan Anda tapi Anda salahkan daya beli. Kesalahan kamu tidak mengubah perusahaan. Nggak ubah Sumber Daya Manusia (SDM), nggak ubah kecepatan dan desain dan lokasi tokonya," kata Rhenald.

Dalam buku Rhenald, upaya mengikuti perkembangan teknologi itu mengambil contoh pengalaman PT PP (Persero) Tbk. BUMN konstruksi ini mengikuti perkembangan teknologi yang melahirkan inovasi terbaru 3D printing dalam bidang konstruksi.

"Hanya dengan satu alat kita bisa bangun rumah hingga gedung. Alat tersebut sudah memiliki semua data dan bisa membangun sendiri," kata Kepala Research dan Teknologi PT PP, Hajar Seti Adji.

"Begitulah karakteristik dari era disruption. Ancaman datang dari lawan-lawan tak kelihatan yang semula tidak pernah kita anggap sebagai saingan," tutup Rhenald. (hns/hns)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed