Follow detikFinance
Senin 04 Dec 2017, 09:55 WIB

Laporan dari Tokyo

Enggartiasto: Saya Jadi Menteri Setelah Makan Jagung

Sudrajat - detikFinance
Enggartiasto: Saya Jadi Menteri Setelah Makan Jagung Foto: Eduardo Simorangkir
Tokyo - Latar belakang Enggartiasto Lukita sebagai pengusaha dan politisi membuat pembawaannya sebagai Menteri Perdagangan sangat lentur. Dia bisa tampil tegas, suka menggeretak dan tak sungkan menunjukkan emosi ketidaksukaan terhadap lawan bicaranya. Tapi sesekali dia juga pintar membuat improvisasi dan candaan yang mencairkan suasana.

Saat memperkenalkan jagung organik produk lokal Indonesia, misalnya, dia menyebut jagung tersebut bisa langsung dikonsumsi tanpa harus dimasak.

"Saya sudah coba jagung ini, rasanya manis dan enak sekali, tak perlu dimasak. Tak lama kemudian saya ditunjuk jadi menteri," seloroh Enggartiasto, di hadapan direksi AEON, jaringan mal terbesar di Asia, pekan lalu. Executive Vice President AEON, Akinori Yamashita, dan Presiden Direktur AEON, Toyohimi Kashi, serta jajaran direksi lainnya pun tertawa mendengarnya.

Enggartiasto yang didampingi Duta Besar RI untuk Jepang, Arifin Tasrif, lantas meminta Raymond Setyono dari PT RA UD Ray Agri Indonesia untuk menyerahkan sampel jagung dimaksud kepada Yamashita dan Kashi. "Silakan Anda coba, rasanya manis dan enak kok," Enggartiasto membujuk kedua petinggi AEON itu. Tapi keduanya cuma tersenyum dan mengangguk-angguk sambil memegang dua batang jagung pemberian Raymond.

Raymond Setyono mengaku butuh waktu lebih dari 20 tahun untuk mendapatkan jagung manis yang dapat langsung dikonsumsi tanpa harus dimasak itu. Bibit awal jagung tersebut, kata dia, berasal dari Amerika Serikat. "Tapi setelah lebih dari 20 tahun jagung jenis ini ya cuma saya yang punya. Di Amerika enggak mungkin bisa tumbuh," kata dia sesumbar kepada detikFinance seusai pertemuan. (jat/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed