Follow detikFinance
Kamis, 01 Nov 2018 08:32 WIB

Cerita Sukses

Kisah Sheldon Adelson, Pria Berharta Rp 466 T dari Rumah Judi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sheldon Adelson. Foto: Dok. Forbes Sheldon Adelson. Foto: Dok. Forbes
Jakarta - Banyak orang yang kehilangan harta bahkan jadi melarat karena judi. Tapi, ada juga orang yang jadi kaya raya dari judi.

Orang itu ialah Sheldon Adelson, Chairman dan CEO perusahaan kasino Las Vegas Sands. Dia merupakan salah satu pengusaha rumah judi terbesar di dunia.

Forbes mencatat, kekayaan Sheldon saat ini mencapai US$ 31,1 miliar atau sekitar Rp 466,5 triliun (kurs Rp 15.000). Dengan jumlah tersebut, Sheldon berada di urutan ke-21 miliarder terkaya di dunia atau nomor 15 di Amerika Serikat.

Adelson lahir di Boston, Agustus 1933. Kehidupan Adelson mulanya sangat biasa jauh dari kata mewah seperti saat ini. Ayahnya berprofesi sebagai sopir taksi.

Pada tahun 1950, Adelson masuk ke perguruan tinggi di New York mengambil jurusan corporate finance. Dia tak menyelesaikan studinya dan kemudian bergabung dengan tentara Amerika Serikat (AS).

Tak lama setelah itu, Adelson mundur dari tentara dan memulai bekerja sebagai penasehat investasi dan broker.

Di tahun 1960, dia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Boston. Adelson kemudian investasi di perusahaan perjalanan. Sayang, di akhir 1960 pasar saham jatuh dan berimbas padanya.

Tapi, Adelson tak gampang menyerah. Dia terus berupaya agar bangkit dari keterpurukan.

Tahun 1979 ialah titik awal kesuksesan Adelson. Saat itu, Adelson berhasil membangun bisnis dan mengembangkan perdagangan komputer COMDEX.


Dari situ, kemudian mengembangkan bisnisnya dengan membeli hotel hingga kasino di Las Vegas. Tak berhenti di situ, dia pun mengembangkan kasinonya hingga ke Singapura, Timur Tengah, dan Makau.

Pada 1988, Adelson membuka kasino pertamanya dengan membeli Casino Sands yang sudah tua dengan harga yang cukup murah. Kasino pertama ini sekarang merupakan salah satu dari banyak fasilitas yang merupakan bagian dari resor terpadu terbesar di dunia.

Pada tahun 1991, Adelson bertemu istri keduanya, Miriam, yang merupakan dokter yang ahli dalam pengobatan penyalahgunaan narkoba. Empat tahun kemudian, Adelson menjadi salah satu dari dua orang Amerika yang menerima lisensi dari pemerintah China untuk memperluas kerajaan kasinonya ke Macau.

Pada tahun 2010, Adelson membuka kompleks kasino senilai US$ 5,7 miliar di Singapura. Ini adalah kasino yang ada di Sky Park yang biasa dilihat dari Marina Bay Sands.


Lewat pundi-pundinya di Casino pulalah Adelson menjadi seorang filantropi dunia. Adelson dan istrinya Miriam telah menyumbangkan puluhan juta dolar ke berbagai organisasi.

Pasangan itu juga telah menyumbang untuk Hak Kesulungan Israel, Martir Holocaust, dan Otoritas Peringatan Pahlawan, dan Museum Seni Holocaust. Sheldon Adelson adalah anggota dewan direktur Museum Peringatan Holocaust Amerika Serikat di Washington, D.C.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed