Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 15 Nov 2018 08:04 WIB

Cerita Sukses

Azim Premji, Orang Kaya India yang Suka Bagi-bagi Duit

Saifan Zaking - detikFinance
Azim Premji. Foto: istimewa Azim Premji. Foto: istimewa
Jakarta - Banyak orang kaya di dunia ini, tetapi hanya sedikit orang kaya yang mau menyumbangkan hartanya kepada yang membutuhkan. Salah satunya adalah Azim Premji, orang terkaya ketiga di India yang memiliki kepemilikan perusahaan 74% di Wipro, perusahaan IT terbesar ketiga di India.

Azim Premji lebih dikenal dengan sifat kedermawanannya. Ia juga telah mendirikan The Azim Premji Foundation pada tahun 2001 sebagai organisasi sosial dengan tujuan meningkatkan pendidikan di India.

Namun, perjalanan hidup Azim Premji untuk menjadi orang terkaya kedua di India tidaklah mudah. Apalagi menjadi seorang dermawan yang membutuhkan jiwa sosial tinggi.

Perjalanan Azim Premji dimulai pada tahun 1945, Perusahaan Wipro saat itu bernama Western India Vegetable Products Ltd. yang didirikan oleh ayah Azim Premji, Mohammed Premji. Pada usia 21 tahun, ayah Azim Premji meninggal dunia dan ia menggantikan ayahnya sebagai penerus perusahaan.

Saat meneruskan perusahaan, dia bahkan harus berhenti dari kuliahnya di Stanford University. Namun Azim Premji sebagai pemimpin sukses memperluas pasarnya dengan membuat produk sabun, lampu, dan lainnya. Ia pun mengubah nama perusahaan menjadi Wipro ditahun 1977.

Tahun 1980, Wipro mulai merambah ke dunia IT. Produksi pertama kali perusahaan ini adalah mikrokomputer disusul dengan menyediakan software untuk hardware komputer.

Azim menyadari, bahwa IT adalah masa depan dunia. Untuk itu, dia bahkan punya pusat inovasi di Silicon Valley yang fokus mengembangkan teknologi baru dan berkolaborasi dengan startup.

Pada tahun 1999, Wipro menjadi satu-satunya perusahaan pabrikan komputer India yang menerima sertifikasi memenuhi syarat dari National Software Testing Laboratory di AS. Sepanjang tahun 1990-an dan awal 2000-an Wipro terus memberikan kinerja yang baik dengan IT sebagai inti bisnis.

Saat ini, Azim Premji adalah Direktur Utama Wipro dan pernah menjabat CEO pada kurun waktu antara 2005 sampai 2008. Azim pun dikenal luas sebagai pengusaha yang mampu memimpin Wipro dalam 4 dekade terakhir, mendiversifikasi perusahaan hingga menjadi salah satu perusahaan IT terbesar di India.


Kerja kerasnya telah mengubah Wipro di bawah kepemimpinannya dari perusahaan ritel biasa senilai US$ 2 juta di tahun 60-an menjadi konglomerat yang mencakup beberapa bisnis yang menghasilkan pendapatan US$ 7 miliar alias meningkat 3.500 kali lipat.

Menurut Forbes, nilai kekayaan Azim saat ini mencapai US$ 20,4 miliar atau sekitar Rp 306 triliun. Jumlah tersebut membawanya sebagai orang terkaya kedua di India atau nomor 58 di dunia.

Tapi, bagi Azim Premji, harta yang paling berharga adalah bagaimana cara menggunakan kekayaan pribadinya untuk memperbaiki kehidupan orang lain yang kurang beruntung. Premji telah menggunakan kekayaannya untuk memulai sejumlah kegiatan filantropi, termasuk Azim Premji Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang bekerja dengan pendidikan dasar di sekolah-sekolah pemerintah pedesaan di India, dan Prakarsa Filantropi Azim Premji, yang mendukung organisasi yang pekerjaannya memiliki potensi signifikan untuk berkontribusi pada perubahan sosial secara sinergis.

Sejak didirikan pada tahun 2001, Azim Premji Foundation sekarang telah memiliki lebih dari 1.000 orang yang bekerja di bidang pendidikan dasar di lebih dari 12 negara bagian India.

Pada tahun 2014, Premji mendirikan Prakarsa Filantropis Azim Premji, yang menyumbangkan Rs500 crore atau sekitar Rp 1 triliun setiap tahunnya kepada organisasi nirlaba yang bekerja untuk meningkatkan kehidupan anak jalanan dan penyandang cacat, serta masalah tata kelola.


Azim dipilih sebagai penerima Medali Filantropi Carnegie tahun 2017. Premji adalah salah satu dari dua penerima internasional penghargaan tahun itu.

Penghargaan yang dibuat sejak 2001 tersebut diberikam untuk orang-orang yang pekerjaan filantropisnya mewujudkan cita-cita visi Andrew Carnegie, salah satu pengusaha terkaya di abad ke-19 melalui pekerjaannya di industri kereta api dan baja Amerika.

"Dalam cara kita bekerja, saya sangat mementingkan kerendahan hati dan kejujuran; Dengan menghormati nilai-nilai kemanusiaan, kami berjanji untuk melayani pelanggan kami dengan integritas," kata Azim Premji.


Tonton juga 'Ramai di Medsos, Pria 'Tajir' Ngaku Hasilkan Uang 16 Truk Tiap Hari':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed