Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Feb 2019 08:12 WIB

Kisah Inspiratif

Jatuh Bangun Donald Trump Sebelum Jadi Orang Nomor 1 di AS

Hendra Kusuma - detikFinance
Donald Trump. Foto: REUTERS/Jim Young Donald Trump. Foto: REUTERS/Jim Young
Jakarta - Siapa yang tidak mengenal sosok Donald Trump, pria berambut pirang ini lahir pada 14 Juni 1946 di Queens, New York City. Trump merupakan anak bontot dari lima bersaudara. Berikut ini kisah insipratif Trump sebelum sukses seperti sekarang.

Sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, Trump dikenal sebagai pengusaha properti dengan kekayaan sekitar US$ 3-10 miliar. Namun, berdasarkan Forbes per September 2018, kekayaan Donald Trump mencapai US$ 3,1 miliar dan menempatkan dirinya sebagai orang terkaya nomor 766 di dunia.

Trump mengukir sejarah baru karena seorang pengusaha sukses pertama yang menjadi Presiden AS dalam sejarah. Namun, sebelum menjadi sesukses sekarang ini, banyak kisah yang harus dilalui. Mulai dari harus sekolah di militer, bisnis yang bangkrut, hingga dihidupkan kembali sebagai public figure.

Mengutip Investipodia, Jakarta, Rabu (20/2/2019). Donald Trump saat kecil memiliki sikap kurang disiplin, terlihat saat di salah satu sekolah yang ayahnya sendiri sebagai dewan pengawas.

"Di kelas dua saya memukul guru musik saya karena saya pikir dia tidak tahu apa-apa tentang musik, dan saya hampir diusir," kenang Trump seperti yang dikutip.

Pada akhirnya Trump dipindahkan ke Akademi Militer New York di bagian utara Cornwall, New York. Dia lulus dengan pangkat kapten. Setelah itu, dia melanjutkan sekolahnya di University of Pennsylvania yang merupakan satu-satunya kampus memiliki jurusan real estate, dia lulus dengan gelar B.S di bidang ekonomi pada 1968.

Awalnya, Trump memulai karir di perusahaan ayahnya, Elizabeth Trump & Son sebagai pekerja paruh waktu. Namun setelah lulus dia bekerja penuh waktu di usianya 22 tahun.

Perlu diketahui, ketika Donald Trump lahir, ayahnya yaitu Fred Trump sudah menjadi pengembang real estate sukses di New York. Selama bekerja bersama ayahnya, Trump mempelajari mengenai banyak seluk beluk bisnis properti.

Pada akhirnya, di tahun 1971 Donald Trump memiliki kendali penuh pada perusahaan yang dinamai The Trump Organization. Dia mencari proyek yang skalanya lebih besar dari yang ayahnya biasa lakukan, yaitu membangun properti untuk pasar menengah.

Kesepakatan awal terbesar Trump adalah menyelamatkan Commodore Hotel dari kebangkrutan dan mengubahnya menjadi Grand Hyatt. Pada 1983, Trump membangun gedung pencakar langit yang dikenal Trump Tower 68 lantai di tengah kota Manhattan.

Hasil kerja kerasnya membuahkan hasil, dari proyek-proyek pembangunan, dia berhasil mendapatkan tempat di mata publik. Pada 1987, ia memanfaatkan ketenarannya dengan membuat buku berjudul "The Art of Deal".

Dengan ragam kesuksesannya, Trump melebarkan sayapnya dengan pindah ke bisnis game, dia membeli Casino Taj Mahal. Di sini lah Trump menemukan banyak pertaruhan dalam menjalankan bisnisnya. Trump memiliki lebih banyak utang daripada pendapatannya. Sehingga, kreditur pun sepakat untuk merestrukturisasi utangnya dan mengambil setengah kepemilikan Trump di Casino Taj Mahal. Tidak hanya itu, Trump juga menjual maskapai penerbangannya, Trump Shuttle, dan Yacht Trump Princess.


Diambang kebangkrutan pada tahun 1990-an, karir Trump sebagai seorang publik figure dihidupkan kembali. Menurut beberapa laporan, Trump menerima US$ 3 juta per episode. Ketenaranya ini menjadi kesempatan bagi dirinya untuk memulai melisensikan nama dan citranya sebagai nama sebuah produk.

Bahkan, dia juga menempelkan namanya ke beberapa bisnis, seperti Trump Buffet, Trump Catering, Trump Ice Cream Parlor dan Trump Bar. Ada juga lini bisnis pakaian yang bermerek Trump, parfum, produk makanan dan minuman seperti Trump Steaks dan Trump Vodka, dan Trump Magazine.

Hal itu membuat kekayaan Trump kembali, pada pertengahan tahun 1990-an, Presiden AS itu kembali masuk daftar 400 orang terkaya pada 1996, setelah absen selama enam tahun.

"Sukses berasal dari kegagalan, bukan dari menghafal jawaban yang benar." kata Trump.

(hek/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed