Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 05 Mar 2019 10:03 WIB

Kisah Inspiratif

Kjeld Kirk Kristiansen Berhasil Bawa LEGO Mendunia

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Reuters/Stefan Wermuth Foto: Reuters/Stefan Wermuth
Jakarta - Siapa yang tidak mengenal LEGO, sebuah merek bahkan sebutan untuk mainan anak-anak yang sekarang paling dikenal. Kisah inspiratif sang pemilik membawa LEGO begitu tenar bahkan melebihi boneka Hasbro and Barbie.

LEGO menjadi terkenal seperti sekarang karena Kjeld Kirk Kristiansen. Pria yang lahir di Billund, Denmark, 27 December 1947 ini tidak menyerah dalam menjalankan usahanya. Usaha yang dirintisnya ini telah melewati pasang surut, mulai dari kegagalan hingga kesuksesan karena inovasinya.

LEGO awalnya sebuah perusahaan yang membuat perkakas kayu untuk keperluan sehari-hari seperti tangga, papan setrika dan alat-alat lainnya. Berkat inovasinya, kini LEGO banyak ditiru oleh produsen mainan lainnya.

"Jika produk anda di replikasi, itu berarti Anda telah melakukan sesuatu yang sangat hebat," kata Seth Godin seperti yang dikutip astrumpeople.com, Jakarta, Selasa (5/3/2019).


Keluarga Kirk memulai LEGO dari 1932 oleh pendahulunya yakni Ole Kirk Kristiansen. Usaha LEGO kian berkembang hingga beberapa generasi dan saat ini dinaungi oleh Kjeld Kirk Kristiansen yang merupakan cucu dari Ole Kirk Kristiansen.

Kjeld Kirk Kristiansen merupakan anak ke-2 dari 3 bersaudara dan anak laki-laki satu-satunya dari pasangan suami-istri Godtfred dan Edith Kirk Christiansen. Ayahnya, Godtfred Kirk Christiansen bekerja dengan kakeknya, Ole Kirk Christiansen di bisnis keluarga LEGO.

Produk replika mainan anak-anak ini juga menjadi ceruk bagi Kirk ketika produk rumah tangga berbahan dasar kayunya mengalami penurunan permintaan karena krisis keuangan global.

Sehingga, pada tahun 1936, perusahaan Kirk Kristiansen sudah memiliki 42 mainan yang berbeda. Bahkan produksi mainannya dikenal dengan hobi yang mahal. Ketika mulai bangkit, pada tahun 1940 terjadi perubahan karena pabrik dan gudang LEGO terbakar, sehingga pada saat itu fokus produksi perusahaannya hanya fokus kepada produk mainan.

Pada 1947, Kirk Kristiansen membeli mesin cetak terbesar di Denmark yang bisa memproduksi mainan secara masal. Mesin ini juga membuat Kirk meninggalkan kayu dan pindah ke plastik sebagai bahan dasar produksi. Buah kerja kerasnya itu pun menghasilkan 200 model mainan plastik yang berbeda. Akan tetapi, jalan terjal kembali harus dilalui Kirk Kristiansen ketika pabriknya kembali tersambar petir dan terbakar pada 4 Februari 1960.


Pada saat itu, LEGO sudah menjual lebih 50 jenis mainan yang berbeda di banyak negara di dunia. Kesuksesan LEGO pun mulai terlihat di pertengahan tahun 1960-an. Kirk berhasil memproduksi mainan dengan bahan dasar bagus dan memiliki panduan perakitan dalam setiap produk. Sehingga, sangat membantu para pelanggannya.

LEGO semakin diminati oleh masyarkat setelah Kirk mendirikan LEGOLAND di Denmark. Setidaknya sudah ada 625.000 orang yang berkunjung dalam satu tahun pertama. Kesuksesan demi kesuksesan juga semakin diraihnya ketika LEGO memproduksi sebuah mainan dengan tema khusus yang berbeda-beda.

Dari kesuksesan itu, LEGO berhasil membangun menara yang disusun setinggi 24,88 meter di Moskow dan masuk dalam Guinnes Book of Records, dan kembali mencetak sejarah pada 2008 setelah berhasil menusun 500.000 LEGO setinggi 30,48 meter di Legoland Windsor di Inggris.

Inovasi LEGO terus melebar dengan berbagai inovasi, salah satunya menerbitkan permainan interaktif seperti Star Wars berbentuk LEGO. Sehingga penikmat game ini bisa juga membeli atau memiliki figur mainan yang diproduksinya. Hal itu juga yang menyebabkan LEGO semakin di depan dan berhasil keluar dari kerugian sekitar US$ 300 juta pada 2004 dan membukukan pendapatan US$ 280 juta pada 2007.

Kini, Kirk memiliki kekayaan mencapai US$ 4,8 miliar dan menjadikan dirinya sebagai orang terkaya nomor 351 di dunia berdasarkan Forbes. (hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed