Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Apr 2019 08:12 WIB

Kisah Inspiratif

Matt Mullenweg, Drop Out Kuliah jadi Bos Wordpress

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Matt Mullenweg. Foto: Dok. The Richest Matt Mullenweg. Foto: Dok. The Richest
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Jakarta - Jika Anda pernah membuat blog, bisa jadi sempat menggunakan WordPress, sistem pengelolaan konten gratis yang digunakan oleh lebih dari 60 juta situs web blog di dunia. Ini adalah salah satu sistem management content atau CMS (content management system) terbaik yang pernah ada karena tidak memerlukan banyak ilmu tentang bahasa pengkodean untuk membuat situs web sendiri.

Boomingnya WordPress bahkan sempat membuat 30% situs internet bekerja di bawah WordPress. Tentu hal tersebut merupakan suatu pencapaian besar pada era awal booming internet.

Adalah Matt Mullenweg yang menjadi orang di balik lahirnya WordPress. Matt Mullenweg dan Mike Little merilis WordPress pada tahun 2003 ketika Matt baru berusia 20 tahun.

Matt kini menjabat sebagai CEO Automattic, sebuah perusahaan pengembangan WordPress yang mendukung sejumlah layanan CMS lainnya di dunia. Automattic telah mengumpulkan ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS) dan mengakuisisi lebih dari 17 perusahaan selama lebih dari 1 dekade terakhir.

Lahir pada 11 Januari 1984, di Houston, Texas, AS, Matt belajar di Sekolah Tinggi untuk Seni Pertunjukan dan Visual. Dia belajar saksofon jazz di sekolahnya.

Kemudian, ia melanjutkan studi di Universitas Houston untuk mengejar gelar Sarjana Politik. Tapi, dia akhirnya memilih keluar dari kampus tersebut pada 2004 dan menerima pekerjaan di CNET Networks. Dia bekerja di CNET selama dua tahun sebelum akhirnya berhenti untuk memulai usaha sendiri dengan mendirikan Automattic.

Matt sendiri bukanlah orang yang menyukai pemrograman komputer. Ketika dia baru berusia 18 tahun, dia biasa memposting blog di b2/cafelog, platform blogging open-source.

Tetapi, setelah beberapa saat, pengembang utama platform blogging tersebut berhenti dan tak ada perkembangan lebih jauh. Hal ini memunculkan ide Matt untuk mengembangkan platform blogging b2 codebase sesuai dengan standar web saat itu.

Dia akhirnya mengajak rekannya Mike Little untuk membuat platform tersebut. Mereka membuat beberapa perbaikan utama dan menambahkan beberapa fitur lagi ke platform, yang menjadi cikal bakal lahirnya WordPress.

WordPress saat awal didirikan pada 2004 masih mencari audiens yang besar untuk bisa populer di tingkat global. Pada Mei 2004, pesaing kuat WordPress, yang disebut Movable Type, membuat beberapa perubahan harga yang menyebabkan ribuan orang mencari platform alternatif. Untungnya, WordPress bisa tetap menarik perhatian banyak orang.


Pada bulan Februari 2005, Matt bersama dengan tim WordPress merilis WordPress 1.5 'Strayhorn'. Ini memperkenalkan beberapa fitur top seperti tema, fitur moderasi, dan desain ulang dari depan dan belakang.

Matt pun meninggalkan CNET, pada bulan Oktober tahun yang sama untuk fokus sepenuhnya pada WordPress. Dan pada bulan Desember, Matt akhirnya mendirikan Automattic, induk perusahaan di balik semua usaha yang dilakukannya saat ini.

Pada 2008, perusahaan mengumpulkan dana sekitar $ 29,5 juta dari Polaris Venture Partners, True Ventures, Radar Partners, dan New York Times Company. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya popularitas WordPress di kalangan blogger dan berbagai tawaran pendanaan lainnya dari investor. Pada saat itu WordPress memiliki tim yang terdiri dari 18 orang.

Pada awal 2009, WordPress tumbuh lebih cepat dari yang pernah dibayangkan orang. Pertumbuhannya mencapai 10% setiap bulan. Platform ini menampung sekitar 15.000 blog baru setiap hari.

Pertumbuhan terus meningkat luar biasa setiap tahun. Pada April 2012, dilaporkan bahwa WordPress memberdayakan lebih dari 70 juta situs dan menghasilkan US$ 45 juta pada tahun itu.


Matt sendiri telah memenangkan beberapa penghargaan karena prestasinya tersebut. Business Insider menamainya di antara 10 orang paling berpengaruh karena mengubah wajah internet.

Pada Februari 2011 ia terdaftar di Forbes 30 Under 30 untuk dampaknya yang telah dia lakukan di dunia blogging. Matt juga mendukung sejumlah organisasi nirlaba dan organisasi filantropi seperti Archive.org, yayasan amal untuk air dan banyak lagi.

Jumlah hartanya kini ditaksir telah mencapai sekitar US$ 40 juta atau sekitar 560 miliar di usianya yang ke-35.

(eds/ang)
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com