Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Mei 2019 09:38 WIB

Kisah Inspiratif

Stephen Rubin, Pria Inggris yang Bayar Pajak Rp 5 M Setiap Hari

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Dok. Forbes Foto: Dok. Forbes
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Jakarta - Mungkin tak banyak orang yang tahu siapa Stephen Rubin. Namanya asing untuk sebagian orang di luar dunia bisnis. Namun, para pengusaha dunia di bidang pakaian olahraga pasti mengenalnya.

Stephen memang tak pernah muncul di iklan merek atau perusahaannya sendiri. Ia tak pernah muncul di acara televisi. Kehidupannya sangat jauh dari yang diketahui publik.

Dilansir dari thisismoney.co.uk, (9/5/2019), Stephen adalah pembayar pajak terbesar di Inggris. Tagihan pajaknya sebesar 181 juta poundsterling atau setara Rp 3 triliun setiap tahunnya. Artinya, ia menyumbangkan 500.000 poundsterling atau setara Rp 5 miliar setiap harinya ke kas negara.

Stephen adalah anak dari pasangan imigran Eropa Timur, Berko dan Minnie. Kedua orang tuanya yang membuat Stephen jadi seorang pengusaha besar di industri pakaian olahraga hingga saat ini.

Stephen menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di University College, London pada tahun 1959. Dengan gelar tersebut, tentunya ia meniti karir di bidang hukum. Namun, semenjak kegagalannya untuk menjadi anggota parlemen dari partai liberal, ia pindah haluan.

Ia bergabung dengan perusahaan orang tuanya, Liverpool Shoe Company. Perusahaan tersebut dibangun orang tuanya sejak 1930-an dengan modal awal sebesar 100 poundsterling atau sekitar Rp 1 juta. Semenjak Stephen bergabung dan menjabat sebagai manajer direksi, ia membawa suasana baru pada perusahaan ini.

Empat tahun kemudian, Liverpool Shoe Company sukses dengan banyak cabang yang telah dibuka dan pesanan yang membludak. Ia kemudian memutuskan untuk membuka perusahaan tersebut kepada publik tepatnya pada 1964.

Namun, di tahun 1970 ayahnya wafat. Stephen pun menggantikan posisi ayahnya sebagai chairman. Ia juga mengganti nama perusahaan menjadi Pentland Group. Ia mengembangkan pabriknya hingga ke Hong Kong, di mana belum seorang pun yang berpikir untuk membuka pabrik di sana.


Walaupun perkembangan Pentland lambat, namun kondisi perusahaan warisan ayah Stephen ini tetap stabil. Akhirnya, di tahun 1981 Reebok mulai mendekati Pentland. Stephen membeli 55% saham Reebok seharga £ 77.500 atau sekitar Rp 1 miliar.

Hanya dalam 3 tahun, Reebok mengungguli Nike. Reebok sukses menjual pakaian olah raga pria dan wanita berbahan spandex dengan konsep multi-color. Namun, 10 tahun kemudian tepatnya di tahun 1991, Stephen menjual 55% sahamnya di Rebook seharga $ 770 juta atau sekitar Rp 11 triliun.

Sejak itu, Pentland terus berkembang. Stephen memiliki 49% saham Pentland dengan kepemilikan merek Speedo dan Berghaus. Ia juga memiliki saham mayoritas di JD Sports Fashion.

Di tahun 1997, Stephen menunjuk putranya, Mark sebagai CEO Pentland. Lalu, karena bosan dengan banyaknya investor, Stephen menutup perusahaannya dari publik. Hingga kini, Pentland adalah perusahaan milik keluarga atau pribadi.

Stephen adalah penerima penghargaan OBE (Officer of the British Empire) karena kontribusi besarnya untuk kemanusiaan. Bahkan, Stephen lebih banyak berkontribusi sebagai dewan amal dari yang mungkin dia ingat. Selama bertahun-tahun ia mendonasikan kekayaannya, salah satunya ke pameran atau pusat seni di Finchley, London Barat.

Dilansir dari Forbes, (7/5/2019) jumlah kekayaannya sebesar $ 2,9 miliar atau setara Rp 41 triliun (kurs Rp 14.350).

(fdl/fdl)
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com