Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 03 Jul 2019 08:45 WIB

Berawal Dari Bisnis Sewa DVD, Bos Netflix Kantongi Kekayaan Rp 21 T

Trio Hamdani - detikFinance
CEO Netflix Reed Hastings Foto: GettyImages/Ken Ishii CEO Netflix Reed Hastings Foto: GettyImages/Ken Ishii
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Jakarta - Rasa-rasanya hampir tidak ada yang tidak tahu Netflix. Layanan menonton film secara online alias streaming berlangganan ini menjadi pundi-pundi dolar bagi sang CEO Reed Hastings. Tapi siapa yang sangka, model bisnis awal Netflix adalah menjual dan menyewakan DVD.

Dirangkum detikFinance dari Business Insider, Rabu (2/6/2019), Hastings lahir di Boston, Massachusetts pada 8 Oktober 1960, dari Joan dan Wilmot Hastings. Ayahnya adalah seorang pengacara yang kemudian bekerja untuk Administrasi Nixon.

Hastings menempuh pendidikan tinggi di Bowdoin College. Dia memperoleh gelar sarjana dalam bidang matematika. Setelah lulus, dia bergabung dengan Peace Corps untuk mengajar matematika sekolah menengah selama dua tahun di Swaziland.


Singkatnya, dia kembali mengenyam pendidikan di Stanford dan mendapatkan gelar master dalam kecerdasan buatan.

Pada tahun 1991, Hastings mendirikan Pure Software, yang mengembangkan alat debugging untuk para insinyur. Perusahaan itu dilaporkan menggandakan pemasukannya setiap tahun. Perusahaan tersebut akhirnya go public pada tahun 1995 dan pada gilirannya diakuisisi oleh Rational Software.

Hastings memperoleh US$ 750 juta dari akuisisi. Dari situ dia mampu membentuk Netflix dengan Marc Randolph pada tahun 1997. Dikarenakan suatu alasan, dia akhirnya menawarkan sahamnya untuk dijual sebesar 49 persen ke Blockbuster pada tahun 2000. Blockbuster menolaknya.

Lima tahun kemudian tepatnya pada 2005, Netflix memiliki 4,5 juta pelanggan dan terus bertambah. Netflix terus tumbuh hingga merambah ke pasar berbasis online dengan menawarkan layanan streaming pada 2010 dan memiliki 16 juta pelanggan.

Pada Agustus 2015, saham Netflix melonjak ke posisi tertinggi sepanjang masa dengan saham naik 9.925% di atas harga IPO pada 2002.

"Kita akan melihat bahwa TV linear menurun setiap tahun selama 20 tahun ke depan ... dan TV internet naik setiap tahun selama 20 tahun ke depan," kata Hastings.


Tak hanya melayani streaming berlangganan. Netflix pun kini juga merambah pada bisnis serial televisi dan film yang mereka produksi sendiri.

Tak ayal kekayaan Hastings sangat luar biasa. Saat ini, kekayaan bersih Hastings adalah US$ 1,54 miliar menurut Forbes, yang sebagian besar terkait dengan saham Netflix. Angka tersebut setara Rp 21,8 triliun mengacu kurs Rp 14.200.

Simak Video "Netflix Akan Tindak Akun Ilegal yang Dijualbelikan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com