Deretan Orang Kaya RI yang Pernah Beli Klub Sepakbola Luar Negeri

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 04 Sep 2019 13:57 WIB
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Santini Group mengumumkan pembelian saham klub asal Inggris Tranmere Rovers pada Rabu (4/9/2019) dini hari WIB. Saat ini Grup tersebut dimiliki oleh tiga bersaudara asal Indonesia, Wandi, Lukito, dan Paulus Wanandi. Selain Santini Group, para pengusaha ini juga pernah membeli saham klub luar negeri.


1. Iman Arif
Pada 2010 lalu Iman Arif Mantan, Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, secara resmi dinyatakan sebagai salah satu pemodal di klub Inggris, Leicester City. Melalui situs resminya, Leicester mengumumkan bahwa 20 sahamnya dimiliki oleh Imam melalui Cronus Sports Management Pte ltd. Namun tidak bertahan lama, setahun kemudian Iman menjual sahamnya.


2. Bakrie Group
Keluarga Bakrie Group juga pernah secara resmi membeli klub juara liga Australia, Brisbane Roar pada Oktober 2011 lalu. Melalui PT Pelita Jaya Cronus, Bakrie menguasai mayoritas saham Brisbane Roar sebesar 70%. Kemudian pada Februari 2012 Roar mengumumkan lewat situs resminya bahwa mereka sudah sepenuhnya menjadi milik Bakrie.


3. Erick Thohir
Erick Thohir sempat membeli saham klub raksasa Itali, Inter Milan sebesar 70 persen pada 2013 lalu. Namun kepemilikan ini hanya bertahan selama sekitar 3 tahun. Pada 2016 Erick Thohir memutuskan untuk menjual saham miliknya kepada perusahaan asal China.


4. Sihar Sitorus
Sihar Sitorus yang merupakan mantan anggota Komite Eksekutif PSSI dan juga seorang pengusaha itu mengungkap bahwa dirinya sudah membeli sebuah klub Belgia yang kini bermain di divisi ketiga pada 2015 silam. Sihar menjelaskan bahwa proses pembelian klub itu terjadi setelah dia menjadi pemegang saham mayoritas. Sihar ingin membawa pemain-pemain Indonesia ke klubnya itu. Namun, dia enggan menyebut nama klubnya itu.


5. Yusuf Mansur
Melalui perusahaannya Paytren pada 2018, Ustaz Yusuf Mansur secara resmi mengumumkan pembelian saham klub sepak bola asal Polandia, Lechia Gdansk sebesar 10%. Setelahnya logo perusahaan PayTren secara resmi muncul pada bagian depan jersey klub Polandia, Lechia Gdansk.

"Ini bukan cuma sponsorship, tapi pembelian saham," kata Yusuf Masur. (dna/dna)