Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Sep 2019 07:41 WIB

Kisah Inspiratif

Sekretaris Ini Bisa Sumbang Jutaan Dolar Hasil Nabung Diam-diam

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sylvia Bloom (kanan). Foto: Dok. New York Times Sylvia Bloom (kanan). Foto: Dok. New York Times
Jakarta - Semua orang dibuat kaget dengan sebuah sumbangan yang masuk ke dalam lembaga amal Henry Street Settlement di Amerika Serikat (AS). Pasalnya, sumbangan sebesar US$ 6,24 juta atau setara dengan Rp 87,3 miliar (pada kurs Rp 14 ribu) ini menjadi sumbangan terbesar dalam 125 tahun terakhir.

Uang tersebut bukan sumbangan patungan dari beberapa miliuner, tetapi cuma uang tabungan seorang sekretaris hukum dari Brooklyn yang selama 67 tahun bekerja di tempat yang sama mengumpulkan uangnya untuk beramal. Sylvia Bloom namanya, bahkan orang-orang terdekatnya pun tidak tahu kalau Sylvia punya harta sebesar itu.

Cara unik Sylvia dalam mengumpulkan uang adalah dengan mengamati investasi yang dilakukan oleh pengacara yang dia layani. Jadi apabila bosnya membeli saham, dia pun akan membelinya juga meskipun jumlahnya kecil. Hingga akhir hidupnya, baru terungkap Sylvia telah mengolah aset lebih dari US$ 9 juta atau sekitar Rp 126 miliar.

Uniknya lagi, Sylvia tidak pernah sekalipun bercerita akan hartanya kepada siapapun. Menurut Jane Lockshin, keponakannya yang mengelola dana amal wasiatnya Sylvia semua orang tidak ada yang menyangka bahwa Sylvia bisa memiliki harta sebesar itu.

"Saya menyadari dia memiliki jutaan dan dia tidak pernah menyebutkan sepatah kata pun. Kurasa dia tidak berpikir itu urusan siapa pun selain miliknya sendiri," ungkap Jane.

Jane mengatakan Sylvia mengizinkan sejumlah uang untuk diserahkan kepada kerabat dan temannya. Tetapi sebagian besar kekayaannya akan diberikan untuk mendanai beasiswa bagi yang membutuhkan.

Sylvia merupakan anak dari keluarga imigran Eropa Timur, dan dibesarkan penuh tekanan di Brooklyn. Dia menyelesaikan pendidikannya terakhir di Hunter College. Hingga pada 1947 dia bergabung dengan firma hukum di Wall Street, Cleary Gottlieb Steen & Hamilton. Dia bekerja di sana sebagai karyawan paling pertama, dan bertahan selama 67 tahun. Hingga kini firma hukum itu tumbuh pesat, kini memiliki lebih dari 1.200 pengacara, serta ratusan anggota staf.

Sylvia menikah dengan Raymond Margolies dan ditinggal meninggal pada 2002, selama bersama pasangan itu tinggal di apartemen sewa. Lelaki itu hanya seorang petugas pemadam kebakaran yang pensiun jadi guru dan memiliki kerja sampingan sebagai apoteker. Suaminya ini pun mungkin juga belum tahu betapa besar harta kekayaan seorang Jane.

Hidupnya pun cenderung sederhana, untuk berpergian saja misalnya Sylvia selalu menggunakan kereta bawah tanah untuk bekerja, padahal jutaan dolar tabungannya bisa buat beli mobil. Pernah di usianya ke 84 tahun, saat itu terjadi insiden serangan ke World Trade Center, Sylvia lari ke arah utara dan berlindung di sebuah gedung sebelum berjalan di Jembatan Brooklyn dan naik bus kota untuk pulang.


Jane mengatakan setelah US$ 6,24 juta sudah masuk ke lembaga amal, masih ada US$ 2 juta atau berkisar Rp 28 miliar warisan Sylvia yang akan kembali diberikan untuk beramal. Uang tambahan itu akan diberikan ke Hunter College dan lembaga dana beasiswa lainnya.

Dengan kisah hidupnya ini, Sylvia telah bergabung dengan barisan miliuner yang sederhana dan murah hati, yang sebelumnya telah meninggal dengan meninggalkan kekayaan jauh lebih besar daripada gaya hidup mereka sebelumnya. Mulai dari Leonard Gigowski, pemilik toko dari New Berlin yang meninggal pada 2015, meninggalkan kekayaan rahasianya sebesar US$ 13 juta atau sekitar Rp 128 miliar untuk mendanai beasiswa.

Hingga, Grace Groner, yang tinggal di sebuah rumah dengan satu kamar tidur di Lake Forest, Illinois, dan mewasiatkan tanah miliknya yang bernilai US$ 7 juta alias Rp 98 miliar yang diberikan untuk almamaternya ketika ia meninggal pada tahun 2010 pada usia 100 tahun.



Simak Video "Menyentuh! Pengamen Biola Tunanetra Ini Santuni Anak Yatim"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com