Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Nov 2019 07:45 WIB

Kisah Inspiratif

Beli Klub 'Culun' di AS, Pria Ini Malah Jadi Orang Terkaya

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. Forbes Foto: Dok. Forbes
Jakarta - Robert Kraft merupakan pemilik dari klub sepak bola ala Amerika Serikat (American football) yang cukup mentereng, New England Patriots. Klub itulah yang membuat pundi-pundi hartanya bertambah berlipat ganda.

Melansir CNN, Jumat (1/11/2019), Kraft membeli New England Patriots pada tahun 1994. Pemilik yang lama memilih untuk memiliki tim yang kini bernama Stallions.

"Tujuan saya membeli Patriots adalah ingin membantu New England mendapatkan gelar juara," ujar Kraft.

Pada saat membeli New England Patriots uang yang harus dikeluarkan mencapai US$ 172 juta. Menariknya, kini klub itu memiliki nilai US$ 4,1 miliar (menurut catatan Forbes). Jika dihitung nilai klubnya naik 2.283% dari sejak dia beli.

Nilai jual klub itu meningkat drastis lantaran sejak dibeli terus menorehkan prestasi dengan memenangkan Super Bowl sebanyak 6 kali. Super Bowl sendiri merupakan pertandingan final di akhir liga NFL yang mempertemukan 2 tim terbaik.



Padahal, sebelum dibeli oleh Kraft, New England Patriots merupakan tim yang lemah. Bayangkan, tim ini rata-rata hanya mencatatkan kurang dari 7 kemenangan dalam setiap musimnya. Tim ini tidak pernah sekalipun menyentuh Super Bowl.

Patriots telah memenangkan Super Bowl enam kali di bawah gelandang Tom Brady dan Pelatih Utama Bill Belichick. Ketiganya telah menjadi salah satu yang paling sukses dalam sejarah olahraga profesional American football.

Berkat klub itu juga, pria yang merupakan teman dekat Presiden AS Donald Trump itu memiliki kekayaan US$ 6,9 miliar atau setara Rp 96,6 triliun (kurs Rp 14.000). Kraft pun menjadi salah satu orang terkaya di AS.

Sebelum sukses di dunia olahraga, Kraft telah membangun bisnis kertas. Setelah lulus dari Harvard Business School pada tahun 1965, Kraft memulai karirnya dengan Rand-Whitney Group, sebuah perusahaan kertas dan pengemasan yang dimiliki oleh ayah mertuanya.

Pada tahun 1968, Kraft mengakuisisi saham pengendali di perusahaan melalui pembelian leverage. Empat tahun kemudian, ia mendirikan Produk Hutan Internasional, yang memperdagangkan komoditas hasil hutan, termasuk papan dan pulp, di seluruh dunia.

Kraft menumbuhkan konglomerat kertas dan kemasannya untuk menjadi salah satu eksportir terbesar di Amerika Utara.

Dia kemudian memulai membangun Kraft Group, sebuah perusahaan induk untuk kerajaan bisnisnya. Mulai dari bidang olahraga, hiburan, manufaktur, distribusi kertas dan kemasan, pengembangan real estat, dan ekuitas swasta.



Simak Video "Menyentuh! Pengamen Biola Tunanetra Ini Santuni Anak Yatim"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com