Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Nov 2019 07:25 WIB

Kisah Inspiratif

Mengenal Bos Xiaomi, 'Steve Jobs' Asia Berharta Rp 113 Triliun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: REUTERS/Jason Lee Foto: REUTERS/Jason Lee
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Jakarta - Ponsel pintar asal China, Xiaomi berhasil menyalip Samsung pada kuartal II 2014 untuk kategori ponsel paling tenar. Pendiri Xiaomi, Lei Jun yang dijuluki sebagai 'Steve Jobs' asal Negeri Panda saat ini memiliki kekayaan sekitar US$ 8,1 miliar atau setara dengan Rp 113,4 triliun.

Lei Jun merupakan pria kelahiran Xiantao, Hubei, China pada 16 Desember 1969. Daerah kelahirannya merupakan penghasil produk tekstil, pertanian dan padi kecil.

Awal pendirian pada kuartal I 2010, Xiaomi fokus pada custom ROM yang berbasis Android. Seiring berjalannya waktu Xiaomi berkembang menciptakan perangkat keras mulai dari smartphone, laptop, rice cooker hingga gelang.

Xiaomi didirikan oleh Lei dan Lin Bin yang merupakan mantan pejabat di Google. Konsep yang diusung untuk Xiaomi adalah harga murah namun berkualitas tinggi. Harga jual separuh dari merek Apple dan Samsung.

Sejak diluncurkan, Xiaomi disebut sebagai ponsel perusak harga pasaran. Pasalnya dengan spesifikasi tinggi namun harga murah sangat cepat menggugah minat konsumen. Bahkan banyak pengguna yang langsung menobatkan diri sebagai Mi Fans yang sukses mengantarkan Xiaomi sebagai merek handphone top di dunia.



Lei Jun memang mengagumi Steve Jobs sejak muda. Saat itu ia masih mengenyam pendidikan di Universitas Wuhan jurusan teknik ia membaca artikel Fire in the Valley karya Paul Frieberger dan Michael Swaine tentang awal mula industri personal computer. Sejak itu, ia bertekad untuk mengikuti jejak idolanya, Steve Jobs.

Mengutip South China Morning Post, Lei Jun mengaku sangat menyukai isi tulisan buku tersebut.

"Saya sangat terpengaruh dengan tulisan di buku itu, bahkan saya juga ingin mendirikan perusahaan raksasa. Jadi saya berupaya untuk lulus kuliah dengan cepat," ujar dia.

Setelah lulus, Lei membantu pendirian developer perangkat lunak Kingsoft pada 1992. Kemudian dia diangkat menjadi kepala eksekutif pada 1998 dan membawa perusahaan sukses melantai di bursa saham Hong Kong.

Meskipun masih di Kingsoft, Lei juga terlibat dalam pendirian Joyo.com, yakni sebuah toko buku online dan situs e-commerce yang kini dijual ke Amazon.com dengan harga US$ 75 juta.

Sejak saat itu, Lee menjadi investor terkenal di China. Ia mulai masuk ke saham penjual pakaian ritel online Vancl dan jejaring sosial berbasis video, yang kemudian sahamnya diperjualbelikan di Amerika Serikat (AS).

Seorang penulis buku Beta China: The Dawn of a Innovation Generation, Hamish McKenzie menjelaskan karir Lei sangat cemerlang. Ia akan menjadi pengusaha dan investor yang luar biasa.

"Apa yang ia lakukan dengan Xiaomi adalah kegigihan usaha-usahanya selama ini. Ia layak disejajarkan dengan Steve Jobs, Larry Page dan Bill Gates," ungkapnya.



Simak Video "Inspiratif! Dari Tugas Skripsi Menjadi Bisnis Produk Kulit"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)
FOKUS BERITA Sukses dan Kaya Raya
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com