Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 27 Jan 2020 08:32 WIB

Kisah Inspiratif

Jatuh-Bangun Bos Foxconn: dulu Susah Beli Beras, Kini Hartanya Rp 98 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Jatuh-Bangun Bos Foxconn: dulu Susah Beli Beras, Kini Hartanya Rp 98 T. Foto: Reuters
Jakarta -

Terry Gou kini tercatat sebagai orang terkaya nomor empat di Taiwan. Pendiri Hon Hai Precision ini memiliki harta sebesar US$ 7 miliar (Rp 98 triliun). Kekayaannya didapat karena perusahaannya menjadi produsen perangkat elektronik terbesar di dunia.

Pria yang berusia 69 tahun ini juga punya banyak klien yang merupakan perusahaan top, seperti Apple, Microsoft hingga Sony. Selama 45 tahun menjabat sebagai komisaris Hon Hai Precision, Terry Gou pun akhirnya mengundurkan diri.

Hon Hai Precision dikenal nama dagangnya Foxconn, hingga saat ini perusahannya telah mempekerjakan sekitar satu juta orang. Tercatat juga perusahaan Terry Gou pernah membeli HMD Global yang merupakan distributor ponsel Nokia.

Sebelum sukses seperti sekarang, Terry Gou dikenal sebagai sosok yang berprinsip, tidak korup, dan meninggalkan segala bentuk nepotisme. Moto kerjanya adalah usaha, usaha, dan usaha. Pria kelahiran 18 Oktober 1950 ini lebih menghargai pekerjaan dibandingkan materi yang didapat.

Terbukti ketika banyak yang bertanya bagaimana Foxconn berhasil memperluas lini produknya. Itu semua merupakan bukti rasa lapar Terry Gou untuk membesarkan perusahaannya.

Foxconn didirikan pada 1974, Terry Gou tidak membatasi bidang usaha yang dijalaninya. Dimulai dari sakelar, perangkat TV hingga konsol game.

Krisis minyak di era 1970an dan resesi menjadi pukulan telak bagi perusahaannya. Karena seorang investor yang juga temannya menarik dana dan meninggalkan manajemen. Di saat itu, dirinya pun pernah hidup sulit sampai tidak mampu membeli beras.

Dengan bekal uang pinjaman dari orang tuanya, Terry Gou pun langsung memproduksi konektor untuk komponen perangkat komputer. Dia pun sering mendekati para pesaingnya demi sekedar mendapatkan nasihat.


Setelah pada titik tertentu, Terry Gou akhirnya memutuskan ekspansi ke luar negeri karena ada panggilan penjualan di 32 negara bagian Amerika Serikat (AS). Pesanan itu berasal dari Compaq Computet yang sekarang dikenal HP Inc.

Melihat semangat Terry Gou, Apple pun pada 2002 menggunakan produknya Foxconn setelah lama tidak menemukan komponen untuk power mac G5-nya.

Semua kesuksesan yang didapat Terry Gou berasal dari prinsip bersih. Prinsip itu berbeda ketika banyak orang menganggap taipan adalah seorang penjahat. Menurut Gou kebenaran merupakan jalan untuk meraih kesuksesan.

Pelajaran selanjutnya yang membuat Gou sukses adalah dipetik dari kondisi sulit. Hidup dari keluarga sederhana membuat dirinya banyak belajar kerja keras untuk mengubah situasi tersebut.



Simak Video "Dari Rumah Singgah ke Istana Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com