Mengenal He Xiangjian, MIliarder China yang Jadi Korban Penculikan

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 07:30 WIB
He Xiangjian
Foto: Dok Wall Street Journal
Jakarta -

He Xiangjian adalah seorang miliarder asal China pendiri Midea, perusahaan raksasa peralatan rumah tangga. Dia mulai menjadi sorotan karena berhasil lolos dari para penculik yang menyandera dia di rumahnya.

Sebelum kejadian penculikan ini, He Xiangjian merupakan sosok yang jarang terekspos kehidupan sehari-harinya. Dirinya sangat malu akan publisitas.

Pada suatu waktu, He Xiangjian sedang berkumpul dan bersantai di rumahnya yang berada di Royal Orchid Internasional Golf Villa, sebuah lokasi mewah di Foshan, provinsi Guangdong. Pada saat itu, He Xiangjian tidak pernah menyangka bahwa menjadi target penculikan.

Aksi kejahatan itu menjadi headline atau berita utama internasional sebab salah satu targetnya adalah salah satu orang terkaya di negeri Tirai Bambu. Berita itu semakin besar usai polisi setempat berhasil menangkap lima tersangka atas kasus penculikan yang salah satu korbannya adalah He Xiangjian.

Mengutip SCMP, Senin (23/11/2020), Pendiri Midea ini disandera oleh orang-orang yang membawa bahan peledak menurut The Economic Observer. Namun, upaya itu gagal usai putera He Xiangjian yang bernama He Jiangfeng melarikan diri dan berenang menyeberangi danau untuk membunyikan alarm serta menelpon pihak kepolisian.

Setelah kasus pencurian tersebut, sosok He Xiangjian pun mulai banyak dipublikasikan. Pria berusia 78 tahun ini mendirikan Midea pada tahun 1992 dan mengundurkan diri dari jajaran direksi pada tahun 2012.

Namun begitu, dirinya selalu terlibat dalam perusahaan karena sebagai pemegang saham mayoritas sementara keluarganya mengontrol sekitar sepertiga dari bisnis yang dijalankan. Berdasarkan Forbes, He Xiangjian merupakan orang terkaya ke-36 di dunia dengan nilai kekayaan bersihnya diperkirakan US$ 25 miliar.

Untuk menjadi seorang miliarder, perjalanan He Xiangjian dimulai saat dirinya baru menginjak usia 26 tahun. Pada saat itu, ketika ekonomi China mulai membuka diri terhadap investasi asing dan swasta, He Xiangjian membuka bengkel dan pabrik tutup botol dengan modal 5.000 yuan atau US$ 706. Dia menjalankan pabrik itu dengan 23 orang karyawan.

Setelah berhasil menjalankan bisnis itu, He Xiangjian pun mulai mengembangkan usahanya dalam pembuatan kipas angin listrik, kemudian pendingin udara atau AC yang sampai saat ini menjadi bisnis utama Midea.

Permintaan yang tinggi dari konsumen di China pun membuat perusahaan yang didirikannya menjadi semakin berkembang dan pabriknya pun berhasil memproduksi peralatan rumah tangga berbasis listrik. Midea pun menjadi salah satu contoh perusahaan modern pertama yang dibangun pada 1990 dengan investasi sekitar 100 juta yuan.

Perusahaan He Xiangjian bahkan pernah melaporkan pendapatan perusahaannya secara global melebihi 5 miliar yuan pada tahun 1998. Selanjutnya dalam dua tahun, pendapatannya pun berlipat ganda.

Setelah mendapat arah bisnis yang jelas, He Xiangjian pun melakukan peruntungan bisnis di skala internasional pada tahun 2007. Pada saat itu, Midea membuka pabrik produksi luar negeri di kota Ho Chi Minh, Vietnam. Di sana, Midea menjalin kerjasama strategis dengan produsen AC asal Amerika, serta beberapa perusahaan dari banyak negara lainnya seperti di Mesir, Brasil, Argentina, Chili, dan India.

Dengan kerjasama strategis ini, perusahaan yang didirikan He Xiangjian pernah mengumpulkan pendapatan dari penjualan lebih dari 100 miliar yuan atau setara US$ 14,1 miliar di 2007.

Pada tahun 2012, He Xiangjian pun akhirnya mengundurkan diri untuk fokus pada strategi pengembangan Midea Investment Holding. Midea Group sudah melantai di Bursa Efek Shenzhen dan memiliki lebih dari 200 anak usaha termasuk perusahaan terkenal asal Jerman, Kuka.

Kesuksesan Midea sepertinya tidak akan pernah berhenti, sebab perusahaan He Xiangjian ini melaporkan secara tahunan total pendapatannya naik 6,71% menjadi 279,4 miliar yuan pada tahun 2019.

(hek/zlf)