Kisah Inspiratif

Rahasia Richard Branson, Putus Sekolah Tapi Jadi Orang Terkaya Dunia

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 08:00 WIB
Dampak virus corona terhadap penerbangan: Miliarder Inggris, Richard Branson jaminkan pulau pribadinya untuk cari pinjaman guna menyelamatkan maskapai penerbangannya
Foto: BBC World

Pada tahun 1980-an, Branson berhasil mendirikan Virgin Books dan Virgin Video pada tahun 1981. Bahkan dirinya dalam dua tahun berhasil membangun sebuah kerajaan bisnis dengan memiliki lebih dari 50 perusahaan berbeda dengan total penjualan sekitar US$ 17 juta.

Pada tahun 1984, waktu itu Richard dikenal memang telah sukses dengan perusahaan label musiknya. Namun langkah radikal ia tempuh ketika membangun sebuah bisnis penerbangan Virgin Atlantic Airways. Banyak pihak yang sangat meragukan keputusan Richard tersebut. Bahkan salah satu bank yang menjadi jaminan finansialnya, mengancam akan menarik dana jika bisnis tersebut jadi dieksekusi.

Perusahaan maskapainya ini kemudian jadi sangat terkenal karena layanan yang diberikan kepada penumpang sangat berbeda dengan maskapai lainnya.

Tepat di tahun 1992, Branson harus kembali berjuang mempertahankan kerajaan bisnis yang berhasil didirikan. Di tengah perekonomian yang penuh gejolak, dirinya enggan menjual Virgin Records senilai US$ 1 miliar demi menyelamatkan Virgin Atlantic.

Pada saat itu, bisnis penerbangan sedang jatuh karena banyak masyarakat yang takut menggunakan pesawat untuk bepergian. Faktor utamanya adalah terdapat serangan teroris di atas pesawat, ditambah lagi saingannya yaitu British Airways melakukan kampanye hitam untuk merusakkan citra Virgin Atlantic.

Namun begitu, Branson tidak menyerah begitu saja. Dia langsung menggugat pihak British Airways dengan tuduhan pencemaran nama baik. Alhasil hakim memutuskan British Airways salah dan harus membayar ganti rugi kepada Branson dan Virgin senilai US$ 945.000, ditambah biaya hukum yang diperkirakan mencapai US$ 3 juta.

Berkat kegigihannya dalam menjalankan bisnis, Richard Branson dinobatkan sebagai salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia oleh majalah Time pada tahun 2007.

Di tahun 2000-an, Branson mulai berbisnis di sektor telekomunikasi dan teknologi. Di tahun 2004, dirinya meluncurkan Virgin Galactic sebuah pariwisata luar angkasa.

Branson merupakan sosok yang berhasil mengkolaborasikan kesuksesan dengan keberuntungan, kecepatan, dan kerja keras. Dia tidak pernah menjadikan kekurangannya sebagai penghalang dalam meraih kesuksesan.

Halaman

(hek/eds)