Cerita Sri Mulyani Tak Sengaja Pilih Jurusan Ekonomi Saat Kuliah

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 20 Des 2020 20:31 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Sri Mulyani berkali-kali menjadi Menteri Keuangan terbaik di antara negara lain. Tapi siapa sangka, bendahara negara ini tidak sengaja memilih jurusan ekonomi semasa kuliah. Padahal, bidang itu lah yang kini membawanya sukses. Bagaimana ceritanya?

Mulanya dia menceritakan bahwa kakak-kakaknya mengambil jurusan kuliah di bidang ilmu pengetahuan alam (IPA). Hanya dia sendiri yang berbeda.

"Waktu saya mahasiswa, semua kakak saya jurusannya IPA. Kalau sekarang disebutnya Sains. Jadi mereka menjadi dokter atau jadi insinyur kakak-kakak saya. Saya tiba-tiba ngambil (jurusan) ekonomi sendiri," kata Sri Mulyani dalam webinar, Minggu (20/12/2020).

Ibunya pun bingung dengan pilihan Sri Mulyani. Sementara kala itu dirinya juga tidak begitu memahami jurusan ekonomi yang dia pilih.

"Saya pun juga nggak cukup tahu untuk menjelaskan ekonomi apa, tapi saya bilang pokoknya saya mau berbeda saja, saya nggak mau ngambil dokter, saya nggak pengin jadi insinyur, aku kepengin masuk jurusan yang sosial," jelasnya.

"Ada alasan untuk selalu merasa bahwa kalian beda dan kemudian Anda harus tetap menjaga atau berpegang kepada keinginan Anda itu, dijaga cita-citanya," sambungnya.

Namun, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menceritakan bahwa terkadang ujian ada saja yang datang.

"Kadang-kadang mendapatkan ujiannya sih nggak selalu ujian yang hebat, ditanyain sama orangtua itu kan ujian juga, ditanyain sama sahabat kalian 'ngapain sih lu begitu' itu adalah ujian, ditanyain sama teman dekatnya tapi mereka nggak ngerti kalian, itu saja sudah merupakan ujian," ungkapnya.

Kenapa pertanyaan itu menjadi ujian, Sri Mulyani menjelaskan karena orang-orang biasanya mulai dari bertanya, lalu dari bertanya kemudian mengecilkan hati kita hingga akhirnya membuat cita-cita yang dipegang teguh layu.

Tapi akhirnya Sri Mulyani mampu membuktikan jalan yang dia pilih tepat, dengan berkali-kali diganjar sebagai menteri keuangan terbaik walaupun beberapa pihak menilainya tak pantas menerima gelar itu.

(toy/dna)