Kisah Inspiratif

Kesederhanaan Umar bin Khattab, Kaya Raya yang Tidur Beralaskan Tikar

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 04:40 WIB
Ilustrasi koin emas
Ilustrasi/Foto: Istock
Jakarta -

Siapa yang tak tahu Umar bin Khattab? Selain dikenal sebagai khalifah, ia juga dikenal sebagai sahabat Rasul yang kaya raya. Namun, sepanjang hidupnya ia tak pernah memamerkan kekayaannya maupun hidup dalam kemewahan.

Justru, sebaliknya ia begitu sederhana, tidur siangnya bahkan hanya beralaskan tikar dan batu bata di bawah pohon kurma, dan dia hampir tidak pernah makan sampai kenyang. Umar punya alasan sendiri. Prinsip hidup sederhana yang ia pegang semata-mata untuk menjaga perasaan rakyat yang ia pimpin.

Selain itu, ia paham betul hakikat harta yang diajarkan dalam Islam. Kesederhanaannya itu tercermin dalam beberapa kisah yang bisa diteladani bersama di bawah ini.

Suatu saat, Umar terlambat hadir untuk menyampaikan khutbah salat Jumat. Ketika hendak naik mimbar, Umar menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya kepada para jemaah.

Ternyata, keterlambatannya tadi karena ia habis disibukkan menjahit satu-satunya pakaian yang ia miliki. Padahal, saat itu ia sudah menjabat sebagai khalifah, bisa saja ia membeli baju bagus yang baru, namun Umar memilih tetap memakai pakaian yang masih bisa ia pakai.

Pakaiannya bukan berbahan mahal, hanya kain sederhana yang bahkan dipenuhi dua belas tambalan, yang salah satu tambalannya itu ditambal dengan kain kulit berwarna merah.

Umar bin Khattab juga mengajarkan prinsip kesederhanaannya itu kepada keluarganya. Umar langsung menegur anggota keluarganya yang hidup dalam kemewahan, ia takut salah satu dari orang yang dicintainya kena fitnah karena harta kekayaan.

Salah satu anak Umar bernama Abdullah bin Umar sempat menggunakan pakaian dan alas kaki yang terbilang mewah saat masih kecil. Umar langsung menghampiri dan memukul ringan Abdullah hingga menangis.

Putri Umar, Hafshah yang melihat hal tersebut langsung bertanya. "Wahai ayah, mengapa engkau memukulnya?"

"Abdullah tampak kagum dengan apa yang dipakainya. Aku menginginkan anak-anakku jauh dari sikap sombong," jawab Umar. Sebegitunya Umar mendidik keluarganya agar jauh dari sifat sombong.

Ia juga begitu berhati-hati dalam memberi nafkah keluarganya. Meski begitu, bukan berarti Umar mengajarkan keluarganya pelit pada diri sendiri. Ia juga tak mau keluarganya sampai kekurangan gizi, hidup dengan tidak layak.

Suatu ketika, Umar melihat seorang anak perempuan yang berpenampilan lusuh, kurus, dan lemah. Umar kemudian bertanya, "Anak siapa ini?"

Abdullah dewasa menjawab. "Dia adalah salah satu putrimu," kata Abdullah.

Umar bertanya lagi, "Putriku yang mana?"

"Putriku," kata Abdullah.

Umar bin Khattab heran dan kembali bertanya. "Apa yang membuatnya kurus dan lemah seperti ini?"

"Ini akibat dari perbuatanmu. Engkau terlalu keras dalam memberi nafkah," kata Abdullah.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Simak juga 'Gaji UMR, Office Boy ini Menyisihkan Rezeki untuk Tuna Wisma':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3