Jejak Karier Ahmad Bambang, Eks Dosen ke Wadirut Pertamina

Tim detikcom - detikFinance
Senin, 10 Mei 2021 14:42 WIB
Ahmad Bambang
Foto: Ahmad Bambang (detikcom)

Bergabung ke Pertamina 28 tahun lalu, Bambang memulai jalannya dari bagian penelitian dan pengembangan (litbang) pemasaran.

Perubahan besar dibuat Ahmad Bambang di tubuh Pertamina pada 2006, ketika perusahaan-perusahaan asing seperti Shell dan Total mulai merambah bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Bambang melihat Pertamina harus melakukan transformasi supaya tak tergilas oleh perusahaan asing.

Ia membuat konsep untuk merombak SPBU Pertamina agar tak kalah dari para pesaing. Pangkatnya naik menjadi Vice President (VP/Kepala Divisi). Dari tangan dinginnya, lahirlah 'SPBU Pasti Pas'.

Bambang juga memperbaiki sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari depo ke SPBU. Dulu banyak BBM yang dicuri oleh pengusaha transportir yang disewa Pertamina. Dengan otomasi dan perubahan sistem, hal itu dapat diatasi.

Tak hanya itu, transformasi lain juga dilakukan Bambang untuk memangkas birokrasi di bagian penjualan. "Dulu anda kalau punya SPBU mau menebus harus datang ke Pertamina minta surat pengantar setoran, itu harus membayar. Lalu ke bank setor. Bukti setoran dibawa ke depo, jadilah delivery order (DO). Berapa meja itu? Saat itu internet sudah mulai berkembang, kami ganti. Orang enggak perlu ke Pertamina, cukup ke bank saja langsung tersambung ke sistem. Saya jadi punya musuh baru, bagian penjualan, soalnya hilang mejanya," katanya.

Meski terobosan-terobosannya membuatnya dimusuhi banyak pihak, Bambang tak berhenti. Ia menghapus rekening-rekening yang dimiliki tiap Depo Pertamina dan memindahkannya ke satu rekening di Pertamina pusat. Ini dilakukan karena banyak kepala keuangan di depo yang menyelewengkan pendapatan perusahaan.

Pada Agustus 2012, Bambang diberi amanah untuk menjadi Direktur Utama PT Pertamina Trans Kontinental (PTK), anak usaha Pertamina yang bergerak di bidang industri perkapalan migas. Keuangan PTK sedang berdarah-darah, Bambang harus menyelamatkannya dari kebangkrutan.

Lagi-lagi tangan dingin Bambang terbukti. PTK berhasil turn around, keuntungannya melonjak hampir 4 kali lipat menjadi Rp 154 miliar di 2013 dan naik lagi jadi Rp 250 miliar pada 2014. Cicilan utang terbayar, proyek-proyek lancar. Bambang pun diganjar penghargaan dari Rekor Bisnis (ReBi).

Dengan berbagai prestasi dan transformasi yang telah dilakukannya, Kementerian BUMN tak ragu untuk mengangkatnya menjadi Direktur Pemasaran Pertamina pada November 2014, dan kemudian melantiknya menjadi Wadirut Pertamina di Oktober 2016.


(dna/dna)