Kisah Inspiratif

Suksesnya Akira Toriyama, Pencipta Dragon Ball yang Nggak Kuliah

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Rabu, 22 Sep 2021 07:00 WIB
Akira Toriyama, pencipta manga Dragon Ball.
Kisah Sukses Akira Toriyama: Pencipta Dragon Ball yang Nggak Kuliah
Jakarta -

Bertarunglah Dragon Ball
Dengan segala kemampuan yang ada
Bila kembali dari langit
Semoga hidup kan jadi lebih baik...

Siapa yang nyanyi baca lirik lagu di atas? Hampir semua, terutama anak-anak dekade 90-an, pasti tahu lirik tersebut adalah lagu dari serial kartun anak Dragon Ball. Ya, Dragon Ball adalah salah satu manga/anime yang paling populer di Jepang, bahkan dunia. Dragon Ball juga menjadi inspirasi dari manga/anime populer lainnya.

Ada orang jenius di balik lahirnya Dragon Ball, dia adalah Akira Toriyama. Lahir di Jepang pada 5 April 1955, Akira sudah sudah punya ketertarikan menggambar sejak kecil. Karena manga adalah satu-satunya hiburan yang memukau anak-anak pada masa itu, Akira bercita-cita menjadi seorang seniman. Dia biasa menggambar karakter manga dan animasi bersama teman-teman SD-nya.

"Saya selalu suka menggambar. Ketika saya masih kecil, kami tidak memiliki banyak bentuk hiburan seperti yang kami lakukan hari ini, jadi kami semua menggambar. Di sekolah dasar, kami semua menggambar manga atau karakter animasi dan menunjukkannya satu sama lain," kenang Akira dalam sebuah wawancara, dikutip dari biographyhost, Rabu (21/9/2021).

Tidak seperti anak-anak lain yang menganggap seni cuma sebagai hobi, Akira terus menggambar di atas kertas dan juga mulai menggambar potret teman sekolahnya. Kemudian, ia menghadiri kelas menggambar lingkungan dan mendapat hadiah karena menggambar orang yang menonton Disney's 101 Dalmatians.

Setelah beberapa tahun lulus pendidikan dasar, Akira sempat kehilangan minatnya pada komik dan kartun. Perhatiannya mulai beralih ke film aksi, seperti film perang hingga fiksi ilmiah. Minat menggambarnya kembali saat Akira masuk sekolah menengah atas. Ia sekolah di Okoshi Technical High School dan memilih jurusan desain untuk mengasah kemampuan menggambarnya.

Lulus dari sekolah menengah atas, Akira tak lantas melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Dengan menentang keinginan dari orang tuanya, Akira memutuskan untuk langsung memulai kariernya. Dia mendapat pekerjaan pertamanya pada usia 20 tahun sebagai desainer grafis in-house di sebuah perusahaan periklanan kecil di Nagoya. Dia mengundurkan diri dua setengah tahun kemudian karena bosan dengan pekerjaannya.

Pada tahun 1977, Akira mengikuti kontes dan bersaing menjadi salah satu seniman amatir yang disponsori oleh Shonen Jump, sebuah majalah mingguan dari penerbit manga besar Shueisha. Cerita yang dibuat Akira memikat hati para editor dan berhasil membawanya jadi kartunis di majalah tersebut.

Di tahun berikutnya, Akira memulai debutnya di industri manga dengan 'Wonder Island' untuk Shonen Jump. Namun karyanya ini gagal menarik perhatian pembaca. Ia juga sempat menawarkan beberapa proyek manga baru namun ditolak. Masa kelam ini bisa saja mengakhiri ambisinya, jika ia tak bertahan.

Pada 1980, Akira akhirnya menciptakan karya cukup booming, yakni Dr Slump. Manga ini mengisahkan seorang ilmuwan lucu Dr. Senbei Norimaki dan robotnya Arale. Karya Akira ini diterbitkan setiap minggu selama lima tahun di Shonen Jump.

Kisah Dr Slump juga memenangkan penghargaan 'Shogakukan Manga Award' untuk kategori Manga Series of the Year pada tahun 1981. Manga ini kemudian diadaptasi menjadi serial anime yang ditayangkan di Fuji TV dari tahun 1981 hingga 1986.

Simak juga video 'Film Dragon Ball Bakal Rilis Tahun 2022':

[Gambas:Video 20detik]



Cikal-bakal lahirnya Dragon Ball di Halaman berikutnya.