Baju Obralan Ala Boediono

Baju Obralan Ala Boediono

- detikFinance
Selasa, 02 Mei 2006 09:39 WIB
Baju Obralan Ala Boediono
Abu Dhabi - Pengikuti lawatan marathon Presiden SBY keluar negeri, ternyata tak hanya butuh stamina dan konsentrasi tinggi. Mereka juga harus punya persediaan baju yang cukup. Nah, bicara soal stok baju ini, Menko Perekonomian Boediono tampaknya jadi salah satu anggota yang tidak siap. Gara-gara stok bajunya kurang, Boediono pun terpaksa cari obralan baju."Saya kehabisan baju," tutur Pak Bud, panggilan akrab Boediono ketika dipergoki sedang berada di toko R & L di komplek Marina Mall di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (1/5/2006) pukul 22.30 waktu setempat atau Selasa (2/5/2006) dini hari pukul 01.30 WIB. Saat shopping itu, Boediono tampak ditemani oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu.Dalam urusan pakaian, Pak Bud memang dikenal sangat sederhana. Ia tampaknya tak terlalu memilih. Di deretan baju panjang warna putih, ia pun segera memilih dua potong baju. Harga per potongnya 75 Dirham atau sekitar US$ 20 yang setara dengan Rp 180.000.Dan setelah dua potong baju sudah di tangan, mata Pak Bud tertumbuk pada tumpukan baju lengan panjang yang sedang diobral. Harganya pun sudah tentu murah meriah. Bayangkan, 3 Potong baju lengan panjang yang sudah diikat itu dihargai hanya 80 dirham atau sekitar US$ 22 yang setara dengan Rp 198.000. Tanpa ba bi bu, dua potong baju seharga Rp 180.000 yang sudah di tangan itu langsung dikembalikan lagi di rak. Pak Bud pun dengan cekatan memilih baju obralan tadi. "Lho kok milih yang obralan pak?" tanya wartawan detikcom Budiono Darsono."Lho saya kan ekonom. 22 dolar dapat tiga baju. Murah kan," tambah Pak Bud. "Nggak apa-apa kan menteri pakai baju obral?" tambah Boediono sambil tersenyum lebar. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads